(foto istimewa kegiatan tkn 1 di Basarnas)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Oleh: Putri Simba
Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 1 Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pembelajaran luar kelas dengan bertema kali ini “Aku Berani, Aku Selamat: Main dan Belajar Bareng Kakak Basarnas” di Kantor SAR Pangkalpinang Selasa 21 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, orang tua, guru, hingga pegawai sekolah. Hadir pula Kepala Basarnas, Bapak Mikel, bersama Bapak Budi Setiawan dan tim yang memberikan edukasi langsung kepada anak-anak.
Rombongan berangkat dari lapangan kecamatan pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Kantor SAR Pangkalpinang sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di lokasi, peserta langsung mengikuti kegiatan pengenalan peralatan penyelamatan (rescue) yang digunakan dalam operasi SAR.
Kepala Sekolah TKN 1 Simpang Rimba Rosaline,S.Pd.AUD,menyampaikan bahwa edukasi keselamatan perlu diberikan sejak usia dini sebagai bekal menghadapi berbagai risiko.
“Anak-anak perlu dibekali keberanian yang disertai pengetahuan keselamatan. Dengan begitu, mereka tidak mudah panik saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan simulasi sederhana. Selain itu, mereka juga mengikuti sejumlah aktivitas seperti flying fox, naik mobil ATV, perahu karet, hingga speed boat.
Kepala Basarnas, Bapak Mikel, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat, khususnya anak usia dini, agar mengenal peran Basarnas sebagai tim penolong.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mengenalkan sejak dini apa itu Basarnas dan bagaimana peran rescuer. Sosialisasi seperti ini penting dan perlu dilakukan secara rutin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, edukasi tidak hanya sebatas pengenalan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan simulasi agar anak-anak memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat. “Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan, termasuk simulasi di sekolah. Misalnya saat terjadi gempa bumi, anak-anak sudah tahu bagaimana harus bersikap dan bertindak,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan juga harus didukung oleh pihak sekolah melalui berbagai persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana.
kegiatan ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga mengandung nilai pembelajaran penting, seperti empati, tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam situasi darurat.
Ia juga menilai bahwa pengetahuan keselamatan anak-anak saat ini masih perlu ditingkatkan.Oleh karena itu, peran sekolah dinilai penting dalam memberikan pembelajaran life skill di luar materi akademik.
“Melalui kerja sama dengan Basarnas, anak-anak bisa belajar langsung dari ahlinya sehingga pesan keselamatan lebih mudah dipahami,” tambahnya.
Kegiatan edukasi di Kantor SAR Pangkalpinang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan ke Pasir Padi Bay Water Park untuk beristirahat, makan bersama, serta melakukan kegiatan kebersamaan seperti bermain dan tukar kado.Selanjutnya, pada pukul 16.30 WIB, rombongan menuju Alun-alun Merdeka Pangkalpinang sebelum kembali ke Simpang Rimba pada pukul 19.00 WIB.
Kepala sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak dan lingkungan sekitar.“Harapannya, anak-anak memiliki kesadaran keselamatan sejak dini dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
































