Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap temuan mengejutkan dari hasil pemantauan anggaran pemerintah daerah (Pemda). Ia menyatakan bahwa ada satu daerah yang dilaporkan mampu menghabiskan hingga Rp 1 miliar dalam satu hari hanya untuk biaya makan dan minum, sebuah angka yang menurutnya “keterlaluan”.
Temuan ini muncul saat Tito meninjau kembali pembelanjaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai boros dan tidak efisien. Berdasarkan hasil review tersebut, anggaran–anggaran yang dianggap berlebihan langsung dipangkas oleh Kemendagri untuk menghemat pengeluaran pemerintah daerah.
Tito menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih bijak dalam menggunakan anggaran, terutama dana yang berasal dari transfer pusat. Ia menyarankan agar kegiatan yang kurang perlu — seperti rapat berulang di hotel atau perjalanan dinas yang berlebihan — dikurangi, bahkan diganti dengan kegiatan yang lebih hemat biaya seperti zoom meeting.
Mendagri juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 90% dari 546 daerah di Indonesia masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah, artinya mereka masih sangat bergantung pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Hanya sebagian kecil wilayah yang menunjukkan kapasitas fiskal yang kuat.
Sumber: detik.com



























