Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, yang juga menjabat Ketua HEOC Dinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, saat melepas tim EMT Terpadu Batch VI di halaman Dinkes Aceh pada Jumat (16/01/2026).
TIMELINES INEWS Investasi| BANDA ACEH — Dinas Kesehatan Aceh melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) kembali mengerahkan 21 Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch VI dengan total 210 personel. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di tujuh kabupaten di Aceh.
Pelepasan Tim EMT Terpadu Batch VI dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua HEOC Dinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Aceh, Jumat (16/1/2026).Adapun tujuh kabupaten sasaran meliputi Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Setiap tim terdiri atas 10 tenaga kesehatan lintas subklaster, di antaranya dokter, perawat, bidan, apoteker atau tenaga farmasi, psikolog, tenaga gizi, sanitasi lingkungan, promosi kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta tenaga kesehatan jiwa.
Sebanyak 210 personel tersebut dibagi ke dalam 21 tim, dengan rincian penempatan di Pidie Jaya sebanyak dua tim, Aceh Utara empat tim, Aceh Timur tiga tim, Aceh Tamiang tiga tim, Bener Meriah tiga tim, Aceh Tengah empat tim, dan Gayo Lues dua tim.
Ferdiyus menjelaskan, pengiriman EMT Terpadu Batch VI difokuskan untuk menjangkau desa-desa yang sangat terpencil dan selama ini hanya sesekali mendapatkan layanan kesehatan. Ia berharap, kehadiran tim EMT dapat meningkatkan frekuensi pelayanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Selain memberikan pelayanan medis, EMT Terpadu juga diharapkan mampu mengatasi keterbatasan obat-obatan dasar yang kerap dikeluhkan masyarakat, seperti obat gatal, batuk, dan obat-obatan umum lainnya. Dinas Kesehatan Aceh menegaskan bahwa pengerahan tim ini sekaligus bertujuan memperkuat upaya pengendalian penyakit pascabencana, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), campak, diare, serta penyakit menular lainnya.*[]


























