TLII||Beberapa waktu ini terjadi peningkatan jumlah anjing liar yang berkeliaran di sekitaran lingkungan di desa-desa dalam pemerintahan Kota Banda Aceh. Hal ini terbukti dari banyaknya laporan masyarakat yang mengeluh dengan aktivitas anjing liar yang mulai mengganggu kediaman masyarakat. Seperti laporan masyarakat di Gampong Lamgugob, Gampong Pineung, Gampong Mulia dan beberapa Gampong lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Tuanku Muhammad selaku wakil ketua Komisi III DPRK mendesak agar Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh (DP2KP) segera mengambil tindakan nyata untuk menertibkan anjing-anjing liar yang mulai meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga Kota Banda Aceh.
“Saya harap DP2KP Kota Banda Aceh untuk bisa segera menertibkan kawanan anjing liar yang mulai banyak berselewaran di pemukiman warga Kota Banda Aceh. Apalagi ini sudah banyak yang melaporkan dan mengalami kerugian akibat terjadinya lonjakan jumlah anjing liar. Mulai dari memasuki kediaman rumah, tempat ibadah, hingga merusak barang milik warga seperti peralatan rumah hingga sandal dan pakaian. Belum lagi mengacak-ngacak sampah yang di tempatkan oleh warga sebelum diangkut dengan mobil armada sampah”. Ujar Tuanku.
Selain itu, Tumad juga berharap agar proses penertiban ini bisa segera ditindaklanjuti segera dan jangan sampai menimbulkan korban akibat gigitan anjing hingga mengalami rabies.
“DP2KP harus segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah nyata seperti melakukan operasi tangkap, sterilisasi, vaksinasi, atau relokasi anjing liar untuk menjaga ketertiban umum dan mencegah penyakit mematikan seperti Rabies.” Ujar Tumad.
Apalagi di tengah suasana bulan Ramadhan ini, kebanyakan masyarakat beraktivitas hingga larut malam. Tentu dengan berkeliaran nya banyak anjing liar akan membuat suasana bulan Ramadhan yang seharusnya aman dan tenteram menjadi sedikit terganggu. Belum lagi jika sewaktu-waktu ada anjing liar yang mengejar masyarakat ketika hendak pergi ataupun pulang dari beribadah dan beraktivitas.


































