TLii | SUMUT LAPAS KLS IIB PADANG SIDIMPUAN
11/03/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Padangsidimpuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padangsidimpuan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padangsidimpuan menggelar pelatihan Fardu Kifayah tentang tata cara pengurusan jenazah bagi warga binaan, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman spiritual warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi proses memandikan jenazah, mengkafani, hingga tata cara melaksanakan salat jenazah.

Untuk mendukung proses pembelajaran, panitia menggunakan manekin sebagai media praktik. Melalui media tersebut, para peserta dapat mempelajari dan mempraktikkan setiap tahapan pengurusan jenazah secara langsung dengan lebih mudah dan efektif.

Pemateri dari Kemenag Kota Padangsidimpuan menjelaskan secara rinci setiap tahapan dalam pengurusan jenazah, mulai dari persiapan, tata cara memandikan jenazah, adab dalam merawat jenazah, hingga cara mengkafani dan melaksanakan salat jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan warga binaan serta membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan warga binaan dapat memahami pentingnya pelaksanaan Fardu Kifayah serta mampu menerapkannya ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Warga binaan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka aktif bertanya kepada pemateri serta terlibat langsung dalam praktik memandikan, mengkafani, dan melaksanakan salat jenazah menggunakan manekin yang telah disediakan.
Melalui kerja sama dengan Kemenag Kota Padangsidimpuan, Lapas Padangsidimpuan terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan spiritual guna memberikan bekal pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik, Terangnya.
(***)


































