Jamaah Tahlil dipimpin H.Abu Athailah Ishak sedang melakukan Doa Bersama, Foto: Dok TLii. Jum’at (3/4/2026)
TIMELINES iNEWS Investigasi | ACEH BESAR — Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Aceh memadati masjid dan kompleks Dayah Ulee Titi, Gampong Siron Lamgarot, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu malam (4/4/2026), dalam rangka menghadiri peringatan Haul ke-5 ulama kharismatik almarhum Waled Ibrahim bin Usman.
Sejak selepas salat Maghrib, jamaah mulai berdatangan dan memenuhi halaman dayah.
Mereka terdiri atas para santri, alumni, tokoh masyarakat, ulama, hingga kalangan cendekiawan dari seluruh penjuru Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.
Kehadiran ribuan jamaah ini menjadi bukti kuat kecintaan dan penghormatan masyarakat terhadap sosok Waled Ibrahim yang dikenal luas sebagai ulama berpengaruh dan panutan umat.
Peringatan haul tersebut dipusatkan di kompleks Dayah Ulee Titi dan berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan keagamaan. Acara diisi dengan pembacaan samadiah, wirid, tahmid, tahlil, serta doa bersama yang dipimpin langsung oleh pimpinan Dayah Ulee Titi, H. Abu Athailah Ishak.
Suasana haru dan kekhusyukan begitu terasa saat seluruh jamaah larut dalam doa untuk almarhum.
Haul ke-5 ini menjadi momentum penting untuk mengenang wafatnya Waled Ibrahim yang berpulang pada 22 Mei 2021.
Sosoknya dikenal sebagai ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan agama serta pembinaan umat melalui Dayah Ulee Titi.
Selama hidupnya, beliau telah melahirkan banyak santri yang kini berkiprah di berbagai bidang keislaman di Aceh.
Tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan bahwa peringatan haul bukan hanya sekadar mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi sarana untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang telah diwariskan.
“Kita berharap generasi muda dapat meneladani akhlak dan keilmuan beliau,” ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi acara.
Mengacu pada pelaksanaan haul tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat daerah seperti Bupati Aceh Besar.
Rangkaian acara umumnya dimulai sejak selepas salat Maghrib berjamaah dan berlangsung hingga larut malam.
Selain sebagai ajang silaturahmi, peringatan haul ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat Aceh.
Banyak jamaah yang datang bersama keluarga dan rombongan dari daerah masing-masing, menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengenang jasa ulama.
Pihak panitia telah mempersiapkan acara dengan baik untuk menampung membludaknya jamaah, termasuk pengaturan lokasi dan fasilitas pendukung.
Meskipun jumlah peserta sangat besar, kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Dengan terselenggaranya Haul ke-5 ini, diharapkan nilai-nilai keislaman yang diajarkan oleh almarhum Waled Ibrahim bin Usman terus hidup dan menjadi pedoman bagi masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi keagamaan serta menghormati jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam di Aceh.*[Yahbit]


































