Timlines INews |Banda Aceh — Seorang ibu hamil bernama Ernawati (32), warga Gampong Blang Situngkoh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terpaksa menyeberang ke Banda Aceh Bersama Suaminya Ismail, untuk memeriksakan kondisi kehamilannya meski dalam keterbatasan ekonomi.
Ibu Dua anak tersebut diketahui berasal dari keluarga kurang mampu, sementara suaminya, Ismail, hanya bekerja sebagai buruh harian lepas.
Kepada wartawan Media TLii, Rabu (13/5/2026), Saminya Ismail didampingi Abdullah.A sebagai keluarga Pasien menyebutkan bahwa Ernawati nekat diberangkat dari Pulo Aceh ke Banda Aceh karena mengeluhkan sakit pada kandungannya.
Dengan biaya yang hanya cukup untuk transportasi penyeberangan Pulo
Aceh–Banda Aceh, Ernawati bersama suami dan keluarganya mendatangi Rumah Sakit Petra Medika Banda Aceh guna mendapatkan penanganan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan, dr. Ulfah,M.Ked (OG).,Sp.OG, pasien disarankan untuk segera menjalani operasi persalinan demi keselamatan ibu dan bayi.
Namun, keluarga mengaku kesulitan memenuhi biaya pengobatan dan jasa medis karena pasien dikategorikan dalam Desil 8, sehingga tidak memperoleh fasilitas bantuan kesehatan sebagaimana masyarakat miskin lainnya.
Menurut pihak keluarga, kondisi tersebut sangat memberatkan mengingat ekonomi keluarga yang terbatas.
Bahkan, setelah Ernawati diperbolehkan pulang dari rumah sakit, suami dan keluarga masih berupaya mencari dana untuk menutupi biaya perawatan, jasa medis, serta kebutuhan lainnya.
“Sudah kami coba meminta bantuan kepada teman-teman dan keluarga di Banda Aceh, namun belum berhasil memenuhi kebutuhan biaya operasi,” ujar Abdullah, salah satu keluarga pasien.
Dalam kondisi sulit tersebut, Abdullah yang Akrab di Sapa Bandol kemudian mencoba menghubungi anggota DPRK Aceh Besar dari Fraksi PKB, Muksin,S.Si, untuk meminta solusi terkait biaya pengobatan Ernawati. Menurut Bangdol, Muksin yang juga pernah dibantunya saat kontestasi Pilkada, langsung merespons dan menyatakan kesediaannya membantu.
“Alhamdulillah, Pak Muksin langsung Merespon dan memberikan bantuan dana walaupun belum sepenuhnya mencukupi, serta memberi semangat dan berupaya menghubungi rekan-rekannya agar turut membantu,” kata Abdullah.
Keluarga pasien pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muksin atas bantuan dan kepeduliannya terhadap kondisi Ernawati.
Ucapan terima kasih dan Apresiasi juga disampaikan kepada
dr. Ulfah, M.Ked (OG).,Sp.OG, yang membantu menggratiskan jasa operasi untuk meringankan biaya jasa medis dan operasi persalinan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dewan, Ibu Dokter, serta saudara dan sahabat yang telah membantu. Kami tidak bisa membalas apa-apa selain doa semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ujar Ismail dengan penuh haru.
Selain itu, keluarga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data masyarakat kurang mampu agar penyaluran bantuan sosial dan layanan kesehatan benar-benar tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya berpatokan pada data lama yang belum diperbarui, karena masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan perhatian,” harap keluarga pasien Lain yang enggan disebut Namanya. [Yahbit]



























