TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
01/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan kembali menegaskan komitmennya dalam pemenuhan hak-hak warga binaan pemasyarakatan dengan memberikan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE kepada warga binaan yang beragama Buddha. Sebanyak 10 warga binaan menerima remisi khusus pada peringatan Hari Raya Waisak tahun 2026, Minggu (31/05/2026).

Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Reni Panjaitan, menjelaskan bahwa pelaksanaan pemberian remisi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan wujud penghormatan terhadap keberagaman agama serta pemenuhan hak warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Remisi khusus Waisak ini adalah bentuk pengakuan negara atas hak setiap narapidana, sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk terus menjalani pembinaan dengan baik,” ujar Reni Panjaitan usai kegiatan perayaan Waisak.
Perayaan Hari Raya Waisak di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan berlangsung dengan khidmat. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan ibadah, meditasi, serta pembacaan paritta yang dipimpin oleh pembimbing rohani Buddha. Suasana penuh ketenangan dan refleksi mewarnai jalannya perayaan yang diikuti dengan antusias oleh warga binaan beragama Buddha.
Pihak lapas berharap pemberian remisi khusus Waisak ini dapat menjadi dorongan bagi warga binaan untuk terus berperilaku baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan serta reintegrasi sosial warga binaan, Pungkasnya.
(***)



























