(foto istimewa kegiatan mahasiswa UNY )
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
SLEMAN, DI YOGYAKARTA – Sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan aksi edukasi interaktif penanganan limbah sampah di SD Negeri Caturtunggal 7, Sleman, pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan intervensi dini untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 11, yaitu mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Kawasan Caturtunggal yang padat penduduk dan menjadi pusat kegiatan pendidikan serta ekonomi di Sleman menghasilkan volume sampah yang cukup tinggi setiap harinya. Krisis sampah di hilir pembuangan akan terus terjadi apabila tidak diimbangi dengan budaya memilah yang kuat sejak tingkat rumah tangga dan sekolah. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya SDGs Target 11.6, yang menyatakan bahwa setiap kota harus mengurangi dampak lingkungan buruk, salah satunya melalui peningkatan pengelolaan sampah domestik.
Kegiatan yang digagas oleh Zhafirah Hanin, Habibi Aqilla, Yosevine Tiara, dan Indah Media ini mengedepankan pendekatan pedagogi yang partisipatif dan rekreatif. Materi penanggulangan limbah sampah tidak disampaikan melalui komunikasi satu arah yang menjemukan, melainkan lewat metode simulasi visual dan diskusi kelompok.
Sebanyak 11 murid kelas 4 diajak untuk menjawab empat pertanyaan utama terkait jenis limbah yang paling sering ditemui di lingkungan sekolah, yaitu sampah organik seperti sisa makanan dan daun, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng, serta pengenalan dasar limbah B3 seperti baterai bekas dan masker sekali pakai.
Selain itu, para siswa juga diperkenalkan pada cara pembuatan eco enzyme rumahan sebagai solusi pengolahan sampah organik yang praktis dan ramah lingkungan.
Antusiasme para siswa terbukti tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang mereka lontarkan selama sesi berlangsung.
Zhafirah Hanin selaku penggagas kegiatan menyampaikan harapannya,”Kami harap usaha ini dapat menularkan energi baik bagi siswa-siswi, baik di lingkup sekolah maupun sosial.” ujarnya
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs Poin 11 yang mendorong terciptanya komunitas berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen mahasiswa UNY dalam mendukung pencapaian SDGs di tingkat lokal. Anak-anak usia 7–12 tahun yang sangat reseptif terhadap perubahan kognitif dan perilaku menjadi sasaran utama, dengan harapan nilai-nilai kelestarian lingkungan yang tertanam sejak dini akan membentuk karakter dan gaya hidup yang konsisten hingga mereka dewasa.



























