TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
03/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen sayuran di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Tanjung, Rabu (3/6/2026).
Pada panen kali ini, warga binaan bersama petugas berhasil memanen sebanyak 150 ikat sawi dan 20 ikat kangkung yang merupakan hasil budidaya dan perawatan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan yang berfokus pada sektor pertanian.

Selain memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Sejak masa penanaman hingga panen, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Dengan pendampingan petugas, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras kepada warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung, Raymon Andika Girsang, mengatakan bahwa kegiatan pertanian yang dilaksanakan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi program pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
“Panen sayuran ini merupakan hasil kerja keras warga binaan yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Selain memberikan keterampilan yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata Rutan Tanjung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah,” ujar Raymon.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia yang produktif. Pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan rutan menjadi langkah konkret dalam mendukung terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Selain itu, program pertanian tersebut selaras dengan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberdayaan warga binaan melalui program pembinaan produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan pertanian di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata.
Hasil panen berupa 150 ikat sawi dan 20 ikat kangkung selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan serta pengembangan program pembinaan berkelanjutan di lingkungan Rutan Tanjung. Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh serta mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal positif setelah bebas nantinya.
Melalui program pertanian yang dijalankan secara konsisten, Rutan Tanjung terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berdampak nyata.
Tidak hanya mendukung tujuan pemasyarakatan, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi aktif Rutan Tanjung dalam mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan, Terangnya.
(***)



























