TLii..NAGAN RAYA – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Minggu (14/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan agar fasilitas pendidikan itu dapat difungsikan pada tahun ajaran baru 2026.
Saat berada di lokasi proyek, Dody mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Nagan Raya masih menjadi salah satu proyek yang progresnya tertinggal dibandingkan sejumlah lokasi lain di Aceh. Sebelumnya, pada Sabtu (13/6/2026), ia juga meninjau proyek serupa di Subulussalam yang menghadapi kendala serupa.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi adalah persoalan logistik dan distribusi material. Akses transportasi darat yang cukup berat dari Medan menuju Subulussalam hingga Nagan Raya membuat pengiriman material membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar.
“Kemarin saya melihat sendiri jalannya sangat ekstrem. Dari Medan ke Subulussalam, kemudian ke sini lagi memakan waktu sekitar tujuh jam. Suplai material melalui jalur darat memang berat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski tersedia bandara, fasilitas tersebut belum sepenuhnya dapat didarati pesawat berkapasitas besar seperti Hercules. Karena itu, distribusi material masih mengandalkan jalur darat dari Jakarta melalui Medan. Namun, penyedia jasa konstruksi terus berupaya memanfaatkan transportasi udara untuk mempercepat pengiriman kebutuhan proyek.
“Hari ini progresnya sudah mencapai sekitar 65 persen dan sudah lumayan bagus. Kita kejar agar akhir Juni bisa fungsional, sehingga anak-anak tingkat SD, SMP, dan SMA dapat mulai masuk sekolah pada Juli 2026,” kata Dody.
Percepatan pembangunan juga mendapat dukungan dari personel TNI Angkatan Darat. Saat ini sekitar 53 personel membantu pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan jumlah tersebut dapat ditambah apabila diperlukan.
“Alhamdulillah, pekerja juga dibantu oleh TNI Angkatan Darat, sekitar 53 orang. Kalau dibutuhkan lagi akan disuplai. Ini sangat membantu percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nagan Raya,” ungkapnya.
Dody menyebutkan, dari lima lokasi pembangunan yang sempat mengalami keterlambatan, saat ini yang paling menonjol adalah Subulussalam dan Nagan Raya. Meski demikian, ia optimistis seluruh kendala dapat diatasi dan target penyelesaian pada akhir Juni 2026 dapat tercapai.
Reporter: Zulkarnaini



























