Dosen UNISAI Samalanga Raih Doktor, Rekonstruksi Suluk sebagai Sistem Pendidikan Karakter Sufistik

ZULKARNAINI

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii..BANDA ACEH – Alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Tgk. Helmi Abu Bakar, berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, Tgk. Mursalin, M.H., mengatakan Tgk. Helmi mempertahankan disertasi berjudul “Suluk dan Pendidikan Karakter: Studi Praktik Suluk Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.”

Menurut Tgk. Mursalin, kepada media ini, Senin, (22/6/2026) penelitian tersebut merekonstruksi suluk bukan hanya sebagai ritual zikir atau pengalaman kerohanian individual, melainkan sebagai sistem pendidikan karakter sufistik yang terarah, terstruktur, dan terlembaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Disertasi ini memperlihatkan bahwa suluk di Dayah MUDI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas spiritual. Di dalamnya terdapat proses pembinaan karakter melalui disiplin ibadah, pengendalian diri, pembiasaan akhlak, bimbingan guru, dan kepatuhan terhadap tata tertib,” kata Tgk. Mursalin.

Ia menjelaskan, sidang promosi doktor berlangsung cukup alot. Para penguji mengajukan sejumlah pertanyaan kritis terkait landasan teori, metodologi, validitas data lapangan, kebaruan penelitian, serta relevansi suluk bagi pendidikan karakter kontemporer.

Promovendus juga diminta menjelaskan hubungan antara amaliah suluk dan perubahan karakter salik, peran mursyid serta pembina, mekanisme pengawasan, dan kesinambungan pembinaan setelah peserta selesai mengikuti suluk.

“Pertanyaan para penguji sangat mendalam, terutama mengenai posisi suluk sebagai sistem pendidikan karakter. Namun, Tgk. Helmi mampu menjawab secara sistematis dengan merujuk pada data lapangan dan kerangka teori yang digunakan,” ujarnya.

Sidang tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A. sebagai Ketua Sidang Promosi Doktor dan didampingi Dr. Silahuddin, M.Ag. sebagai Sekretaris Sidang.

Adapun majelis dewan penguji terdiri atas Prof. Dr. Misri A. Muchsin, M.Ag., Dr. Marzuki, M.Si., Faishal Zakaria, M.A., Ph.D., Dr. Sehat Ihsan Shadiqin, M.Ag., dan Prof. Dr. Syabuddin Gade, M.Ag.

Memadukan Pembinaan Lahir dan Batin

Hasil penelitian Tgk. Helmi menunjukkan bahwa praktik suluk di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga memadukan pembinaan lahiriah dan batiniah. Kedua dimensi tersebut diarahkan untuk membentuk kesadaran, kebiasaan, dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia.

Amaliah lahiriah meliputi kedisiplinan beribadah, menjaga wudu, melaksanakan salat berjemaah dan salat sunah, berpuasa, mengatur makanan, menjaga lisan, serta menaati tata tertib.

Sementara amaliah batiniah mencakup penataan niat, istigfar, tobat, zikir, tawajuh, rabitah, muraqabah, muhasabah, pengendalian hawa nafsu, dan pembinaan keikhlasan.

Menurut Tgk. Mursalin, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan lahiriah dan latihan batiniah tidak dapat dipisahkan. Kedisiplinan dalam beribadah memperkuat kesadaran batin, sedangkan pembinaan batin diharapkan tercermin dalam perilaku nyata.

“Nilai penting dari penelitian ini adalah penegasan bahwa suluk tidak berhenti pada pengalaman spiritual. Nilai yang diperoleh selama suluk harus diwujudkan dalam kedisiplinan, kesabaran, keikhlasan, kemampuan menjaga lisan, pengendalian emosi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral,” katanya.

Dalam analisisnya, Tgk. Helmi mendialogkan konsep pendidikan tasawuf Imam al-Ghazali dengan teori pendidikan karakter Thomas Lickona serta teori kecerdasan emosional Daniel Goleman.

Dialog teoritis tersebut menunjukkan bahwa suluk tidak hanya mengembangkan pengetahuan mengenai nilai moral, tetapi juga membentuk penghayatan moral, tindakan moral, kesadaran diri, kemampuan mengendalikan emosi, dan pembiasaan akhlak.

Namun, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa seluruh salik mengalami perubahan dalam tingkat yang sama. Perubahan karakter berlangsung secara bertahap serta dipengaruhi oleh pembiasaan, lingkungan, pengawasan, dan konsistensi setelah kegiatan suluk berakhir.

Sebagian salik mampu mempertahankan perubahan positif setelah kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagian lainnya mengalami penurunan konsistensi karena tidak memperoleh pembinaan lanjutan atau kembali berada dalam lingkungan yang kurang mendukung.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa transformasi karakter tidak cukup dibangun melalui pengalaman spiritual dalam waktu tertentu. Nilai yang diperoleh selama suluk perlu dipelihara melalui wirid, pengajian, muhasabah, pendampingan, pengawasan, dan keteladanan yang berkelanjutan.

Kebanggaan bagi Alumni MUDI

Ketua Alumni MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Pidie Jaya, Tgk. Sanusi Abdullah yang akrab disapa Walidi Sanusi, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Tgk. Helmi meraih gelar doktor.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh alumni MUDI, khususnya yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Keberhasilan Tgk. Helmi menunjukkan bahwa alumni dayah mampu berkiprah dan mencapai jenjang akademik tertinggi tanpa meninggalkan identitas, adab, dan tradisi keilmuan pesantren.

“Kami atas nama keluarga besar Alumni MUDI Samalanga Kabupaten Pidie Jaya menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada Tgk. Helmi Abu Bakar. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para alumni, santri, dan generasi muda untuk terus belajar, mengabdi, dan meningkatkan kualitas keilmuan,” kata Walidi Sanusi.

Ketua Alumni MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Pidie Jaya, Tgk. Sanusi yang akrab disapa Walidi Sanusi, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Tgk. Helmi Abu Bakar meraih gelar doktor.

Walidi Sanusi yang juga Pimpinan Dayah Miftahul Ulum Diniyah Islamiyah Al-Waliyah Al-Aziziyah (MUDIA), Gampong Meugiet Sagoe, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menilai pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh alumni MUDI, khususnya yang berada di Pidie Jaya.

Ia menilai tema disertasi yang mengkaji suluk dan pendidikan karakter sangat dekat dengan tradisi pendidikan yang hidup di Dayah MUDI. Menurutnya, suluk tidak hanya mengajarkan zikir, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kesabaran, kepatuhan kepada guru, pengendalian diri, dan akhlak dalam kehidupan sosial.

 

“Disertasi ini mengangkat khazanah keilmuan dayah ke ruang akademik. Ini sangat penting karena tradisi yang telah lama hidup di lingkungan dayah dikaji secara ilmiah dan diperkenalkan sebagai salah satu sumber pendidikan karakter,” ujarnya.

Walidi Sanusi berharap gelar doktor yang diraih Tgk. Helmi semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan dayah, pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat.

“Gelar doktor ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah keilmuan. Kami berharap Tgk. Helmi terus melahirkan karya yang bermanfaat, membina generasi muda, serta menjaga dan mengembangkan warisan keilmuan para ulama dayah,” katanya.

Kebanggaan bagi UNISAI

Tgk. Mursalin menambahkan, keberhasilan Tgk. Helmi meraih gelar doktor juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UNISAI Samalanga.

Tgk. Helmi merupakan dosen UNISAI yang memiliki akar pendidikan dayah. Ia menjalani pendidikan dan pengabdian di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga sejak 2000 hingga 2018.

Selain mengajar, ia juga aktif sebagai penulis, kolumnis, jurnalis, narasumber kegiatan ilmiah, dan aktivis organisasi sosial keagamaan.

“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa kebanggaan bagi UNISAI dan masyarakat dayah. Kami berharap gelar doktor yang diraih semakin memperkuat kontribusi beliau dalam pendidikan, penelitian, dakwah, literasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Tgk. Mursalin.

Kebaruan utama disertasi tersebut terletak pada rekonstruksi suluk sebagai sistem pendidikan karakter sufistik berbasis tradisi dayah. Suluk ditemukan memiliki tujuan, materi, tahapan, metode, pembimbing, tata tertib, lingkungan pendidikan, pengawasan, dan evaluasi.

Melalui penelitian tersebut, suluk tidak hanya ditempatkan sebagai warisan spiritual, tetapi juga sebagai sumber konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.

Berita Terkait

Pra-PORA Tarung Derajat Aceh Ditutup, 168 Atlet Amankan Tiket PORA IV Aceh Jaya
Puncak IMCC XI 2026: Mahasiswa FH USK Tampilkan Performa Terbaik dalam Simulasi Persidangan
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Ingin Jaya Salurkan Bantuan Sosial Door to Door kepada Warga Kurang Mampu
Fatir Hidayadi, Disabilitas Netra Binaan UPTD PSDBM Dinsos Aceh, Raih Juara III MTQ Disabilitas Nasional 2026
Opening Ceremony Internal Moot Court Competition (IMCC) Ke-11 Piala Bergilir Resmi Dibuka
Dinsos Aceh Salurkan Bantuan UEP Aspirasi Almarhum Sofyan Puteh untuk 63 Penerima Manfaat di Aceh Utara
Kang Yanyan, sang Pelatih Utama Mewaqafkan Waktu,Pikiran Tenaga untuk Tarung Derajat Aceh
Ledakan di Kapal Aceh Hebat 2, 14 Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:45 WIB

Pra-PORA Tarung Derajat Aceh Ditutup, 168 Atlet Amankan Tiket PORA IV Aceh Jaya

Senin, 22 Juni 2026 - 11:54 WIB

Puncak IMCC XI 2026: Mahasiswa FH USK Tampilkan Performa Terbaik dalam Simulasi Persidangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:26 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Ingin Jaya Salurkan Bantuan Sosial Door to Door kepada Warga Kurang Mampu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:41 WIB

Fatir Hidayadi, Disabilitas Netra Binaan UPTD PSDBM Dinsos Aceh, Raih Juara III MTQ Disabilitas Nasional 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:53 WIB

Opening Ceremony Internal Moot Court Competition (IMCC) Ke-11 Piala Bergilir Resmi Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:03 WIB

Dinsos Aceh Salurkan Bantuan UEP Aspirasi Almarhum Sofyan Puteh untuk 63 Penerima Manfaat di Aceh Utara

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:24 WIB

Kang Yanyan, sang Pelatih Utama Mewaqafkan Waktu,Pikiran Tenaga untuk Tarung Derajat Aceh

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:26 WIB

Ledakan di Kapal Aceh Hebat 2, 14 Orang Alami Luka Bakar

Berita Terbaru