Foto: Pembina Tagana Aceh, Tagana Pijai. Ketua FK Tagana dan Personil Tagana Pijai foto Bersama usai Gotong royong Di Mako Tagana Pijai, Rabu.( 24/6/2026) Dok.Tagana Pijai.
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI | Meureudu, Pidie Jaya – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pidie Jaya terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Kampung Siaga Bencana (KSB) yang akan berlangsung di Kecamatan Meurah Dua pada 25–30 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan program Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Program andalan Kementrian Sosoal RI tersebut melibatkan Dinas Sosial Aceh, Tagana Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Dinsos, serta Tagana Kabupaten Pijai. Sebagai langkah awal, seluruh anggota Tagana Pidie Jaya melaksanakan gotong royong di Markas Komando (Mako) Tagana dan Gudang Logistik Bencana pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan itu meliputi pembersihan dan penataan fasilitas posko, termasuk ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, serta lingkungan sekitar markas.
Selanjutnya, pada Kamis (25/6/2026), anggota Tagana melakukan persiapan lokasi kegiatan di Aula Kantor Camat Meurah Dua. Berbagai kebutuhan teknis dipersiapkan, mulai dari pembersihan ruangan, penataan tempat acara, pemasangan spanduk, hingga penyediaan sarana pendukung lainnya guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Pembukaan Kampung Siaga Bencana dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2026).
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan, pembinaan, apel siaga, dan simulasi penanggulangan bencana yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat sekaligus menguji standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan.
Pembina Teknis Tagana Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial dan gotong royong merupakan agenda rutin Tagana, khususnya menjelang pembentukan dan pengukuhan Kampung Siaga Bencana.
Menurutnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di sejumlah wilayah timur Aceh, seperti Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Aceh Utara. Setelah Pidie Jaya, kegiatan KSB akan berlanjut ke Kabupaten Pidie sebagai lokasi terakhir dalam pelaksanaan tahap pertama tahun 2026.
Sementara itu, Ketua PIC KSB Aceh mewakili Kementerian Sosial RI, Adox’s Hermawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan program tersebut.
Ia menuturkan, pembentukan dan pengukuhan KSB di lima wilayah timur Aceh sejauh ini berjalan baik berkat sinergi antara Dinas Sosial, Tagana Provinsi Aceh, pemerintah daerah, serta Tagana kabupaten/kota.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi yang sama juga dapat terwujud di Kabupaten Pidie Jaya hingga pelaksanaan tahap pertama Program Kampung Siaga Bencana tahun 2026 berakhir di Kabupaten Pidie,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan lahir masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerahnya masing-masing *[Yahbit]



























