TLii | LAPAS NARKOTIKA KLS IIA SAMARINDA
30/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Samarinda Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan melalui kegiatan panen sawi yang dilaksanakan di area pertanian dalam lingkungan lapas. Kegiatan ini merupakan hasil kerja keras Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

Proses budidaya dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis di bidang pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Panen sawi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan ruang di dalam lapas tidak menjadi hambatan untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Melalui pemanfaatan lahan secara efektif, WBP tidak hanya memperoleh keterampilan bercocok tanam, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja yang akan menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat.
Hasil panen dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian mampu memberikan manfaat sekaligus memberdayakan WBP agar memiliki kemampuan yang produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.
Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda akan terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan pembinaan kemandirian.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi lahan produktif, peningkatan kualitas budidaya, serta diversifikasi komoditas pertanian guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan pembinaan yang semakin berkualitas serta berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mampu menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, Pungkasnya.
(***)





























