Foto: wakil Bupati Buton Tengah saat hadiri pengukuhan KSB dan simulasi SOP di kecamatan Mawasangka, Kamis (30/7/2026)
TIMELINES iNEWS Investigasi | BUTON TENGAH – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana dengan mengukuhkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) sekaligus menggelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan darurat di Kecamatan Mawasangka, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Buton Tengah, Muh. Adam Basan, S.Sos., didampingi Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Dra. Nurlia Husuni, M.Si. Acara turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah strategis untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Menurutnya, budaya kesiapsiagaan harus terus ditanamkan melalui sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya peran aktif anggota KSB sebagai garda terdepan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan awal, hingga mendukung proses pemulihan pascabencana, terutama di wilayah yang berpotensi terisolasi saat bencana terjadi.
Sebagai bentuk dukungan, KSB juga dilengkapi Lumbung Sosial berisi buffer stock logistik, sandang, pangan, tenda, perlengkapan kebersihan, serta sarana pendukung lainnya dengan nilai mencapai Rp146.625.200. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat respons kemanusiaan dan meminimalkan dampak bencana.

Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Nurlia Husuni, mengatakan program KSB merupakan kolaborasi pemerintah daerah dan Kementerian Sosial RI untuk memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat kecamatan. Anggota KSB direkrut dari desa-desa rawan bencana dan dibekali pelatihan serta pendampingan secara berkelanjutan.
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi uji SOP penanganan darurat yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan TAGANA, dan masyarakat. Simulasi memperagakan seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari penyampaian informasi awal, koordinasi lintas sektor, evakuasi korban, hingga penanganan di lokasi aman.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Mawasangka dapat menjadi model kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang mampu memberikan respons cepat, terkoordinasi, dan efektif dalam menghadapi setiap potensi
*[Yahbit *TU]





























