WAkil Bupati, Raja Sayang Kukuhkan 34 TAGANA MUDA Nagan Raya, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
TIMELINES iNEWS Investigasi (TLii) || NAGAN RAYA — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan mengukuhkan 34 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda setelah mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026.
Para relawan tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kemanusiaan, membantu masyarakat terdampak bencana, serta mendukung respons darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Pengukuhan sekaligus penutupan kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Pelatihan Tagana Muda itu dilakukan Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, pada Rabu (21/10/2026).
Sebelumnya, kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya, Ali Munir, S.E., S.K., M.M., di Aula Dinas Sosial setempat.
Penambahan 34 personel baru tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Sosial untuk memperkuat sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana.

Kebutuhan regenerasi relawan semakin penting setelah sejumlah personel Tagana sebelumnya lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan bertugas di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Ali Munir menjelaskan, Diksar Tagana Muda tidak sekadar menambah jumlah personel, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan keterampilan teknis relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Menurutnya, luas wilayah dan beragam potensi bencana di Nagan Raya membutuhkan relawan yang tangguh, terampil, serta siap diterjunkan ketika kondisi darurat terjadi.
Karena itu, peserta mendapatkan pembekalan melalui pembelajaran dalam ruangan (indoor) dan praktik lapangan (outdoor) yang di latih oleh Instruktur, Ketua FK Tagana Aceh dan Ketua FK Tagana Nagan Raya.
Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri yang handal dibidangnya dari Dinas Sosial Aceh, praktisi Tagana Aceh, Dinas Sosial Nagan Raya, serta personel Tagana setempat.
Sementara Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.K.M., M.K.M., dalam sambutan yang dibacakan Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya atas dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan dasar tersebut.
Ia menekankan bahwa bencana tidak selalu dapat diprediksi, baik waktu kejadian maupun besarnya dampak yang ditimbulkan. Oleh karena itu, setiap personel Tagana harus memiliki kesiapan fisik dan mental, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan bekerja secara terkoordinasi dengan mengedepankan prinsip one command, one rule, and one corps.
Materi Diksar meliputi kesiapsiagaan bencana, teknik evakuasi dan penyelamatan, pengelolaan dapur umum, pendirian tenda pengungsian, penyaluran bantuan logistik, serta dukungan psikososial bagi penyintas bencana.
Peserta juga dibekali pemahaman untuk membantu edukasi mitigasi, pemetaan kawasan rawan bencana, dan pengenalan jalur evakuasi kepada masyarakat.
Yanyan Rahmad, yang turut menjadi pemateri, menegaskan bahwa pendidikan dasar tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan teknis relawan agar siap, tanggap, serta terampil dalam penanggulangan bencana.
Dengan dikukuhkannya 34 Tagana Muda, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya diharapkan semakin memperkuat kesiapan pelayanan sosial dan penanganan kedaruratan.
Para relawan diharapkan mengamalkan ilmu yang diperoleh dengan disiplin, ikhlas, dan tanpa pamrih demi melindungi keselamatan serta kepentingan masyarakat.*[Yahbit]


































