Foto: Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.K.M., M.K.M., //Dok.YLii Aceh
TIMELINES iNEWS|| NAGAN RAYA | 21 Oktober 2026 — Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.K.M., M.K.M., dalam sambutan yang dibacakan oleh Sub Koordinator PSKBA Dinas Sosial Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya atas dukungan terhadap pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) Tagana Muda.
Pada Sambutan yang disampaikan pada acara pengukuhan Tagana Muda sekaligus penutupan Diksar Tagana Muda Kabupaten Nagan Raya yang berlangsung pada 21 Oktober 2026. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 34 orang.
Kepala Dinas Sosial Aceh menegaskan bahwa bencana merupakan fenomena yang tidak selalu dapat diprediksi, baik waktu maupun dampaknya. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang tangguh, terampil, dan siap memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan, wilayah Aceh memiliki potensi berbagai jenis bencana, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan tsunami. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesiapsiagaan serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, saat bencana, maupun pascabencana.
Pelatihan Tagana Muda, menurutnya, tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesamaan pola pikir, kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja secara terkoordinasi dalam penanggulangan bencana.
Prinsip one command, one rule, and one corps ditekankan sebagai landasan penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan agar seluruh personel mampu bergerak secara terpadu, efektif, dan terarah.
Kepala Dinas Sosial Aceh juga berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya kecepatan respons dalam penanganan bencana.
Keberadaan Tagana diharapkan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, serta pengurangan risiko bencana di daerah.
Melalui pengukuhan 34 personel Tagana Muda tersebut, diharapkan Kabupaten Nagan Raya semakin memiliki tenaga relawan yang siap mendukung pemerintah dalam pelayanan sosial dan penanganan bencana.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas Sosial Aceh secara resmi menyatakan penutupan kegiatan Diksar Tagana Muda Kabupaten Nagan Raya, seraya berharap seluruh peserta dapat mengamalkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk kepentingan kemanusiaan sesuai Motto Tagana “We Are The First to Help and Care”. *[Yahbit]


































