
TLii | KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menunjukkan langkah nyata dalam mempercepat pemulihan akses transportasi menuju Kecamatan Darul Hasanah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir pada November 2025. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi aliran Sungai Lawe Matang, memperbaiki badan jalan, serta mendukung pembangunan jembatan darurat sebagai jalur penghubung masyarakat.

Pada Jumat (23/10/2026), aktivitas pengerjaan mulai memperlihatkan perkembangan. Alat berat diterjunkan untuk menangani material dan kerusakan yang selama ini menghambat mobilitas warga, termasuk akses yang terdampak akibat runtuhnya jembatan konstruksi rangka baja diterjang banjir.
Camat Darul Hasanah, Hayadun, S.P., kepada Timelines iNews Investigasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan pasangan SAH atas perhatian dan langkah konkret dalam mempercepat pemulihan infrastruktur tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat Darul Hasanah. Saat ini telah dikerahkan tiga unit ekskavator, satu unit bulldozer, serta satu unit tandem roller untuk mempercepat pekerjaan pemulihan akses transportasi,” ujar Hayadun.

Menurutnya, upaya tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah yang terdiri atas 28 kute atau desa. Selama berbulan-bulan, masyarakat harus menghadapi berbagai kesulitan akibat terganggunya jalur transportasi utama.
Tidak Hanya Normalisasi Sungai, Jembatan Darurat Juga Dipersiapkan
Hayadun menjelaskan, pekerjaan yang sedang berlangsung tidak hanya difokuskan pada normalisasi aliran sungai dan pemulihan badan jalan. Pemerintah daerah juga mengupayakan perakitan jembatan darurat agar kendaraan roda empat dapat kembali melintasi jalur penghubung tersebut.
Langkah ini dinilai sangat penting untuk memulihkan aktivitas perekonomian, pendidikan, pelayanan masyarakat, serta distribusi kebutuhan pokok yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses transportasi.
Menariknya, proses pemulihan tersebut juga mendapat dukungan langsung dari masyarakat setempat.
Warga Darul Hasanah secara sukarela turun ke lokasi pekerjaan, bergotong royong mengangkat dan memindahkan bebatuan serta membantu kegiatan yang memungkinkan dilakukan secara manual.

“Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Mereka bekerja bersama tanpa pamrih demi mempercepat terbukanya kembali akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga,” ungkap Hayadun.
Penantian Panjang Masyarakat Mulai Menemukan Titik Terang
Bagi masyarakat Darul Hasanah, pengerahan alat berat tersebut bukan sekadar kegiatan perbaikan infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang sejak bencana banjir melanda kawasan itu pada November 2025.
Sebelumnya, kondisi Sungai Lawe Matang dan kerusakan akses penghubung menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kelancaran transportasi.
Ungkapan “Surut Lawe Matang, Normalisasi Dimulai” yang sempat mencuat beberapa pekan sebelumnya kini mulai diwujudkan melalui aktivitas pengerjaan di lapangan.
Hayadun berharap pekerjaan dapat berlangsung lancar sehingga persoalan antrean kendaraan di kawasan jembatan gantung Mamas yang selama ini menjadi salah satu kendala transportasi dapat segera teratasi.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat antrean di kawasan Titi Gantung Mamas tidak lagi terjadi seperti biasanya. Para pelajar juga tentu akan lebih bersemangat apabila akses transportasi kembali lancar,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pemulihan akses jalan merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, terutama pelajar, petani, pedagang, serta warga yang setiap hari harus melakukan perjalanan menuju pusat aktivitas di luar kecamatan.
Camat Apresiasi Peran Masyarakat dan Media
Dalam kesempatan tersebut, Hayadun turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Darul Hasanah yang selama ini terus menyuarakan harapan agar normalisasi sungai dan rehabilitasi infrastruktur segera dilaksanakan.
Ia juga mengapresiasi peran media yang secara konsisten memberitakan kondisi masyarakat pascabanjir, termasuk Timelines iNews Investigasi, yang turut mengangkat persoalan terputusnya akses transportasi di wilayah tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Darul Hasanah yang terus berjuang bersama. Terima kasih juga kepada rekan-rekan media, khususnya Timelines iNews Investigasi, yang tetap konsisten mempublikasikan kesulitan masyarakat sehingga persoalan ini mendapat perhatian,” katanya.
Hayadun berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan media terus terjalin dalam mendukung percepatan pembangunan serta pemulihan wilayah terdampak bencana.
Pemulihan akses Darul Hasanah kini menjadi harapan besar bagi ribuan warga. Kehadiran alat berat dan dimulainya pekerjaan di lapangan merupakan langkah penting, sementara penyelesaian jalan serta jembatan darurat menjadi hal yang paling dinantikan masyarakat agar aktivitas transportasi kembali normal.
TIMELINES INEWS INVESTIGASI
Mengungkap Fakta, Menyuarakan Kepentingan Masyarakat.

































