MEULABOH – Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Aceh Barat pada awal November mendatang mendapat tanggapan dari Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA).
Ketua LANA, Teuku Laksamana, menilai rencana kedatangan Presiden dalam agenda Zikir Kebangsaan yang dipusatkan di Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) merupakan momentum penting bagi masyarakat Aceh Barat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan daerah kepada kepala negara.
Menurutnya, kehadiran Presiden tidak semestinya hanya menjadi panggung seremoni pemerintah daerah, melainkan harus dimanfaatkan sebagai kesempatan membuka kondisi riil kehidupan masyarakat Aceh Barat.
“Ini momentum yang sangat baik untuk mengadu langsung kepada Presiden Prabowo. Banyak persoalan rakyat yang perlu mendapat perhatian pemerintah pusat. Jangan sampai kedatangan Presiden hanya disambut dengan laporan keberhasilan, sementara keluhan masyarakat justru tidak terdengar,” ujar Teuku Laksamana.
LANA menilai sejumlah persoalan mendesak patut menjadi perhatian Presiden, mulai dari meningkatnya harga kebutuhan pokok, kemiskinan, keterbatasan lapangan pekerjaan, persoalan rumah tidak layak huni, hingga transparansi pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pemerintah daerah.
Laksamana juga mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak menjadikan kunjungan Presiden sebagai ajang pencitraan politik semata.
“Presiden perlu mengetahui bukan hanya apa yang berhasil dibangun, tetapi juga apa yang belum mampu diselesaikan pemerintah daerah. Jangan sampai jalan menuju lokasi kunjungan terlihat indah, tetapi persoalan masyarakat di belakangnya luput dari perhatian,” tegasnya.
LANA menyatakan akan mempertimbangkan penyusunan laporan dan aspirasi masyarakat secara tertulis untuk disampaikan kepada Presiden melalui jalur resmi apabila kunjungan tersebut terlaksana.
Menurut Laksamana, laporan itu penting agar pemerintah pusat memperoleh gambaran yang lebih berimbang mengenai kondisi Aceh Barat, tidak semata-mata berdasarkan paparan pejabat daerah.
“Kami menyambut baik kedatangan Presiden Prabowo. Namun, kami berharap beliau juga membuka ruang bagi suara masyarakat sipil. Sebab, mengadu kepada Presiden bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah daerah, melainkan bagian dari hak rakyat untuk mendapatkan perhatian dan keadilan,” katanya.
LANA berharap rencana kunjungan tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Barat, bukan sekadar meninggalkan dokumentasi kegiatan dan kemeriahan penyambutan.
“Presiden datang, rakyat harus mendapat manfaat. Jangan sampai yang pulang membawa kebanggaan hanya pejabat, sementara masyarakat tetap pulang membawa persoalan yang sama,” pungkas Teuku Laksamana.

































