Foto: Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, Menyerahkan Bantuan Buffer Stock yang diterima oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia. Turut menfampingi Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., bersama sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, Senin (26/10/ 2026) Dok.Ist.
TIMELINES iNEWS | BENER MERIAH, ACEH — Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan cadangan logistik (buffer stock) senilai Rp4,85 miliar untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Senin (26/10/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., yang akrab disapa Dek Fadh, kepada pemerintah kabupaten setempat sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ketika terjadi bencana.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp4.857.474.917. Kabupaten Bener Meriah menerima bantuan senilai Rp4.491.425.333, sedangkan Kabupaten Aceh Tengah memperoleh Rp366.049.584.
Penyerahan bantuan di Kabupaten Bener Meriah berlangsung di halaman Kantor Bupati dan diterima Wakil Bupati Ir. H. Armia.
Sementara itu, bantuan untuk Kabupaten Aceh Tengah diserahkan di Pendopo Bupati dan diterima langsung oleh Bupati Drs. Haili Yoga, M.Si., bersama jajaran pemerintah kabupaten.

Perkuat Kesiapsiagaan Daerah
Dalam kegiatan tersebut, Wagub Dek Fadh didampingi Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.K.M., M.K.M., anggota DPRA Yahdi Hasan Ramud, S.I.Kom., Dirintelkam Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H., serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.
Dek Fadh berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta penanganan bencana. Kita berharap dengan adanya bantuan ini, kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Dek Fadh.
Ketersediaan buffer stock diharapkan mempercepat distribusi logistik saat keadaan darurat, sehingga penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pemerintah Aceh juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar kesiapan logistik, pelayanan kedaruratan, dan perlindungan masyarakat di kedua kabupaten semakin optimal.*[]

































