Pasutri Pembobol BRI Gunakan Data Pribadi Keluarga untuk Buat Rekening Fiktif

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:39 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang kasus pembobolan rekening BRI (Foto: TLii/Heru)

Sidang kasus pembobolan rekening BRI (Foto: TLii/Heru)

TLii >> Banten – Keluarga Febrina Retno Wisesa dan Hade Suraga yang data pribadinya digunakan untuk membuat kartu kredit fiktif menjadi saksi di persidangan. Keduanya merupakan terdakwa perkara korupsi pembobolan Bank BRI.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tangsel memanggil 3 saksi yaitu Aji Andika Putra yang merupakan adik kandung Febrina dan Imelda yang merupakan sepupu Hade, beserta suaminya Imam Kuncoro. Ketiganya merupakan korban yang termasuk dalam 41 nasabah yang namanya digunakan para terdakwa untuk membuat rekening nasabah prioritas dan disalahgunakan fasilitas kartu kreditnya.

Aji menuturkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Serang pada Selasa (21/5/2024) kemarin bahwa dirinya pernah memberikan data pribadinya kepada Febrina untuk dibuatkan buku tabungan. Ia membuat rekening mulanya untuk kebutuhan transaksi pengerjaan suatu acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun event tersebut tidak jadi dikerjakan dan ia tidak tahu kelanjutan pembuatan rekening tersebut. Dirinya mengatakan tidak mengetahui bahwa data pribadi yang telah ia berikan malah digunakan kedua terdakwa untuk membuat rekening prioritas dan menyalahgunakan fasilitas kartu kredit sampai menunggak Rp112 juta.

“Apakah Febrina pernah meminta izin untuk pembuatan kartu kredit?,” tanya JPU Tangsel, Satrio.

“Seingat saya tidak. Saya tahu warna kartu kredit BRI sampai sekarang aja enggak,” jawab Aji.

Senada dengan Aji, Imelda yang merupakan sepupu Hade juga digunakan data pribadinya untuk membuat rekening BRI prioritas oleh terdakwa. Ia bersama suaminya baru mengetahui datanya digunakan oleh Hade ketika saat tidak bisa meminjam uang di leasing daerah Ciputat dengan “menyekolahkan” BPKB kendaraannya.

Saat akan mengajukan peminjaman atas nama suaminya Imam Kuncoro, pihak leasing mengatakan tidak bisa karena di data menunjukkan Imam memiliki tunggakan kartu kredit yang tidak terbayar kurang lebih Rp127 juta. Merasa tidak pernah memiliki tunggakan tersebut, pihak leasing pun menyuruh keduanya untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Saya jadi ga bisa peminjaman tersebut. Rugi lah kita mau pinjam apa-apa ga bisa jadi (masuk) blacklist. Saya diem aja (setelah tidak bisa meminjam) gak ngerti mau lapor bingung,” kata Imelda.
“Mau kredit malah ga bisa,” kata Imam menimpali.

Belakangan, keduanya baru tahu datanya digunakan kedua terdakwa ketika dipanggil penyidik Kejati Banten untuk dimintai keterangan. Imelda kaget ternyata data dirinya juga digunakan oleh Hade. Ia mengatakan memang sempat memberikan data pribadi untuk membuat asuransi Prudential.

“Sebetulnya saya pernah ngasih KTP (dan) KK karena mau bikin asuransi Prudential ke Iwan (Hade). Panghilan kecil kita Iwan. Saya (minta tolong Hade) bikin asuransi Prudential tapi semenjak saya kasih tidak ada kabar lagi,” tutur Imelda.

Ia menambahkan saat ini nama suami dan dirinya sudah bersih dan tidak masuk blacklist lagi.

“Kata orang BRI-nya baru tadi dikasih tahu nama kita sudah bersih,”imbuhnya.

Setelah memberikan keterangan, ketua majelis hakim Dedy Ady Saputra kemudian menyarankan agar para terdakwa meminta maaf kepada saksi. Mereka kemudian saling berpelukan dan meminta maaf sambil menangis.

Berita Terkait

Rutan kls I Labuhan Deli Ikuti Pelantikan Pimti dan Kick Off Hari Bakti Kemenimipas.
Wabup Toba: Kita Butuh Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia Maju
Apresiasi diberikan pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 Kabupaten Langkat atas Kontribusi Pembinaan Masyarakat
Lapas Pemuda Kelas III Langkat Peringati Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 Usung Tema Patriotik Gigih Berempati
Lapas Perempuan Medan Ikuti Uji Petik Pengumpulan Data Terkait Usul Perubahan Pidana
Kalapas Endang Sriwati Pimpin Upacara Bacakan Amanat Menpora Erick Thohir Jaga Api Persatuan Kolaborasi dan Inovasi Indonesia Maju
Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Langsa, Patriotisme dan Persatuan Jadi Pesan Utama
Semangat Sumpah Pemuda, BNNP Aceh Ungkap Ladang Ganja Seluas 18 Hektare di Aceh Utara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Ikut Dukung Komitmen Pengamanan Pembinaan WBP dan Pencegahan Gangguan Kamtib

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru 26 Oktober 2026 Pastikan WBP Bersih dari HP Ilegal Wujudkan Lapas Aman Tertib

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kalapas Endang Sriwati Dampingi Kegiatan Bersama Ibu Asuh dan Petugas Klinik Wujud Pelayanan Humanis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat Aman dan Peduli Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kalapas Endang Sriwati Hadiri Monev Capaian Kinerja Kanwil Ditjenpas Riau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Kembangkan Program Pembinaan Berkelanjutan Bermanfaat Nyata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Pelayanan Humanis dan Responsif Dukung Pembinaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Paminal Periksa Kombes Silvester Kasus PLN Batam Kini Disorot: KPK Harus Bertindak?

Berita Terbaru