Golok Ciomas: Warisan Budaya Khas Banten dengan Nilai Sejarah dan Keagamaan

REDAKSI 1

- Redaksi

Minggu, 29 Desember 2024 - 10:07 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Golok Ciomas Banten (Foto: TLii/Heru)

Golok Ciomas Banten (Foto: TLii/Heru)

TLii >> KAB. SERANG – Golok Ciomas, senjata tradisional khas Banten, telah menjadi simbol kebanggaan dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun sejak era Kesultanan Banten. Hingga kini, pembuatan golok ini tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi dan filosofi mendalam yang menjadi ciri khasnya.

Suna Sidik Santani, Pelestari Golok Ciomas dari Dzuriat Pande Golok Ciomas, menjelaskan bahwa golok ini dibuat menggunakan besi inti khas wilayah Ciomas yang dikenal sebagai besi Pondok Kahuru.

“Proses pembuatannya melibatkan teknik lipat dan tumpuk yang rumit, dilakukan dengan perhitungan tertentu dan mengikuti tradisi penempaan pada momen istimewa, seperti Maulid Nabi,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suna menegaskan bahwa Golok Ciomas memiliki keistimewaan tersendiri dibanding golok dari wilayah lain di Banten, seperti Seuat dan Sajira.

“Setiap daerah memiliki keotentikan dan kerahasiaan dalam pembuatan golok. Namun, golok Ciomas hanya ditempa di Kampung Sibopong yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah melalui penelitian mendalam,” jelasnya.

Lebih lanjut, pembuatan golok Ciomas mengikuti tradisi leluhur yang tetap dijaga. Penempaan dilakukan dengan panduan tiga guru kunci, yaitu Mama Sidik Santani, Kiyai Muhaimin Shaleh, dan Ende Jamsari. Proses ini dipadukan dengan ritual tahunan pada 12 Maulid yang menjadi ajang silaturahmi para pemilik golok Ciomas.

“Golok ini lebih dari sekadar senjata. Ia mencerminkan simbol peradaban, kehormatan, dan persatuan,” ujar Suna.

Nilai sejarahnya menjadikannya simbol peradaban, sementara kehormatannya dirasakan langsung oleh pemiliknya.

“Melalui ritual tahunan, pemilik golok saling mempererat silaturahmi, menciptakan persatuan yang kuat,” tambahnya.

Golok Ciomas telah mendapatkan pengakuan hukum sebagai warisan budaya tak benda Provinsi Banten sejak 2017 dan ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Model-model golok seperti Satria Banten, Jengkol Sarumbu, Maharaja, hingga Prabu Maswah Pati telah dilindungi hak cipta untuk menjaga keasliannya.

Kami tidak akan mentolerir pihak-pihak yang mengklaim golok palsu sebagai golok Ciomas. Jika ada pelanggaran, kami akan mengambil langkah hukum,” tegas Suna.

Menurutnya, golok Ciomas bukan sekadar simbol atau koleksi, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi pemiliknya, termasuk melindungi diri dari bahaya.

Golok Ciomas juga mengandung unsur spiritual yang mendalam. “Setiap elemen golok ini, termasuk titik-titik ganjil yang menghiasinya, mencerminkan kesuksesan Rasul dan nilai keagamaan,” jelas Suna.

Nilai-nilai ini menuntut pemilik golok untuk memiliki karakter ksatria, bijak, dan melindungi kebenaran serta melindungi ulama.

Golok Ciomas adalah warisan berharga yang menghubungkan sejarah, budaya, dan spiritualitas masyarakat Banten. Sebagai simbol kehormatan dan persatuan, keberadaannya akan terus dijaga sebagai identitas kebanggaan Banten.

Berita Terkait

Lima Cage Meurandeh Teungoh Cabut Nomor Urut, Siap Bertarung di Pilchiksung 2026
Mulai Besok, Pemko Langsa Salurkan Jadup Tahap II, Walikota: Warga yang Belum Terdata Akan Diusulkan Kembali
Langkah Nyata Dukung Pendidikan, Bupati Aceh Utara Tinjau dan Siapkan Renovasi IPAU
Tanam Perdana Kedelai, PTPN I & Kodaeral I TNI AL Optimalkan 270 Hektare Lahan Aset Negara di Tanjung Morawa
Kodaeral I, Pemkab Deli Serdang Dan PTPN I Regional 1 Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Karutan Raymon Andika Girsang: Pelatihan Barista-Barbershop Bekal Kemandirian WBP Rutan Tanjung Kembali ke Masyarakat
Sertijab Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi Serahkan Tongkat ke Erwedi Supriyatno
Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Satops Patnal Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Gelar Razia Insidentil

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:13 WIB

Sertijab Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi Serahkan Tongkat ke Erwedi Supriyatno

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:55 WIB

Rutan Tanjung Komitmen Kemandirian, Warga Binaan Kuasai Teknik Fading, Head Massage & Racik Kopi Profesional

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:30 WIB

Kolaborasi Rutan Tanjung & Kemenag Tabalong Hadirkan Kebaktian Rutin Wujudkan Warga Binaan Beriman

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:22 WIB

Karutan Raymon Girsang: Pembinaan Keagamaan di Rutan Tanjung Jadi Bekal WBP Kembali ke Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:27 WIB

Panen 100 Ikat Kangkung, Rutan Tanjung Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:18 WIB

Pererat Hubungan, Rutan Tanjung Gelar Bansos Mi Instan, Gula, Minyak Goreng untuk Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:45 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang: Deteksi Dini Lewat Cek Listrik Rutin Wujudkan Rutan Tanjung Aman & Kondusif

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:26 WIB

Rutan Tanjung Optimalkan Pembinaan Lewat Berjemur Terjadwal dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Berita Terbaru