RAJAWALI Kecam Keras Pembunuhan Adityawarman: Tuntutan Keadilan dan Perlindungan Jurnalis

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 14:59 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | JAKARTA, Berita pembunuhan sadis Adityawarman, Pemimpin Redaksi (Pemred) media online di Pangkalpinang, Bangka Belitung, mengguncang dunia jurnalistik Indonesia. Ditemukan tewas di dalam sumur kebunnya sendiri, kasus ini bukan hanya tragedi pribadi, tetapi juga serangan serius terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis. 10 Agustus 2025.

Dewan Pimpinan Pusat Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (DPP RAJAWALI) , mengecam keras tindakan biadab ini dan menuntut keadilan yang segera dan tuntas.

Adityawarman, sosok yang dikenal sebagai Pemred yang berdedikasi, ditemukan tak bernyawa pada Jumat, 8 Agustus 2025. Polisi menetapkan Hendra, tukang kebun korban, sebagai tersangka utama, sementara Akmal alias Martin telah ditangkap. Kejadian ini telah menimbulkan gelombang duka dan kecaman di kalangan jurnalis dan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan menyerukan agar kepolisian segera menangkap Hendra yang masih buron” Tutur Hadysa Prana Ketua umum Rajawali

RAJAWALI Sebagai organisasi yang memperjuangkan kebebasan pers, menilai kasus ini sebagai pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999, khususnya yang terkait dengan perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya. “Undang-undang ini menjamin kebebasan pers dan melindungi wartawan dari ancaman, intimidasi, dan kekerasan. Pembunuhan Adityawarman merupakan pelanggaran berat terhadap pasal-pasal yang melindungi keselamatan dan keamanan jurnalis” Lanjut Hady

Oleh karena itu, Rajawali menuntut:

1. Penyelidikan yang Cepat, Transparan, dan Independen:

Aparat penegak hukum harus segera menangkap Hendra dan mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu.

2. Pengungkapan Motif Pembunuhan:

Investigasi harus mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut. Apakah ada kaitannya dengan profesi korban sebagai jurnalis? Apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat?

3. Perlindungan Jurnalis:

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dari ancaman kekerasan dan intimidasi.

4. Hukuman Maksimal bagi Pelaku:

Pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

5. Kompensasi bagi Keluarga Korban:

Pemerintah dan pihak terkait harus memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban atas kerugian yang diderita.

Pembunuhan Adityawarman adalah tragedi yang tak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.
Kami akan terus memperjuangkan keadilan bagi korban dan mendorong reformasi sistem perlindungan jurnalis di Indonesia.

“Kebebasan pers adalah pilar demokrasi, dan keselamatan jurnalis harus dijamin. Keadilan untuk Adityawarman! ” Tegas Ketum

Untuk itu, kami mendesak pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi jurnalis, baik melalui pelatihan keamanan, akses ke bantuan hukum, maupun mekanisme pelaporan ancaman yang efektif.

“pemerintah harus meningkatkan perlindungan bagi jurnalis, baik melalui pelatihan keamanan, akses ke bantuan hukum, maupun mekanisme pelaporan ancaman yang efektif” Ujarnya

Kami mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki semua kemungkinan motif dan membawa semua pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

“Berikan hukuman yang setimpal sebagai efek jera dan penegasan bahwa kekerasan terhadap jurnalis tidak akan ditoleransi” PIntanya

Rajawali akan mengawal proses hukum ini untuk memastikan keadilan ditegakkan.

“Proses hukum harus transparan dan melibatkan pengawasan publik agar tidak terjadi pengaburan fakta atau manipulasi” Tutup orang nomor satu di DPP RAJAWALI

Penulis : TIM RAJAWALI
Sumber : DPP RAJAWALI
Ket Foto : Ikustrasi (Istimewa)

Berita Terkait

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Heru Prayuda Putra Pimpin BMI Tanjungbalai Periode 2026-2031,Siap Mendukung Pemberdayaan Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kapolda Sumut Ajak Ulama dan Tokoh Lintas Agama Bersatu Perangi Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggaran Prioritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Perkuat Kerja Sama dan Kolaborasi, Kakanwil Imigrasi Sumut Terima Kunjungan Kakanwil Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Wabup Toba: Kita Butuh Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia Maju

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Apresiasi diberikan pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 Kabupaten Langkat atas Kontribusi Pembinaan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Peringati Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 Usung Tema Patriotik Gigih Berempati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Lapas Perempuan Medan Ikuti Uji Petik Pengumpulan Data Terkait Usul Perubahan Pidana

Berita Terbaru