Kisah Sedih Legenda Timnas ! Jadi Sopir, Hidup Melarat, dan ditinggal istri di masa tua

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 8 April 2024 - 09:32 WIB

50199 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Jakarta, Pernahkah Anda mendengar nama Alexander Pulalo? Bagi pecinta sepakbola Indonesia, nama ini mungkin tak asing. Alex, begitu ia biasa disapa, pernah menjadi salah satu bek kiri tangguh Indonesia, mengukir kisah jaya bersama Arema FC.

Namun, siapa sangka, di balik kejayaannya di lapangan hijau, tersimpan kisah pilu di masa tuanya. Selepas pensiun, hidup Alex bak terjun bebas. Ia harus banting stir menjadi sopir untuk bertahan hidup.

Bayangkan, seorang legenda sepakbola Indonesia harus merasakan pahitnya hidup pas-pasan. Gajinya sebagai sopir terbilang pas-pasan, bahkan harus lembur demi menghasilkan uang lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terganjal Biaya, Impian Menjadi Pelatih Pupus

Hasrat Alex untuk menjadi pelatih sepakbola pupus karena terganjal biaya. Ia tak mampu mengikuti kursus kepelatihan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun terasa sulit.

Ironisnya, Alex tak pernah mendapat bantuan atau janji dari pemerintah maupun PSSI. Ia tak mau berharap banyak, karena kenyataan hidup yang pahit telah menyapa.

Mencari Secercah Harapan di Sekolah Sepakbola

Meski tak pernah melatih di level nasional, Alex pernah mendedikasikan dirinya sebagai pelatih di beberapa sekolah sepakbola. Ia mulai menekuninya setelah keluar dari pekerjaan sebagai sopir.

Sebelum pandemi, Alex melatih dua SSB, Bintang Fajar di Sawangan dan Evano di Jakarta Selatan. Ia juga pernah melatih Parung Soccer School di Kabupaten Bogor pada tahun 2018.

Namun, pandemi Covid-19 kembali menghantam kehidupan Alex. Ia tak memiliki kesibukan dan harus bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

Kisah Alexander Pulalo adalah potret buram kehidupan para legenda sepakbola Indonesia setelah pensiun. Di balik kejayaan mereka di lapangan hijau, tersimpan perjuangan keras dan pahitnya hidup di masa tua.

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana Lepas Kontingen O2SN Tingkat Nasional Tahun 2026
Semarak HUT RI ke-81, Zee Fitness Gelar Senam Sehat dan Lomba Agustusan
Euforia Final Piala Dunia 2026, Ribuan Masyarakat Nobar Bersama Wali Kota Langsa
Ribuan Warga Nobar Final Sepak Bola di Pidie Jaya, Bupati Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Air Mata Argentina, Senyum Spanyol di Final Paling Dramatis 😭🔥
Lautan Manusia Padati Lapangan Merdeka Langsa Nobar Final Piala Dunia 2026
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Cristiano Ronaldo Terus Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor demi Rekor

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:18 WIB

Muhammad Syuhada Sambut Kapolres Baru Aceh Timur, Dorong Sinergi Polri dan DPRK Semakin Kuat

Kamis, 10 September 2026 - 21:58 WIB

Aliansi Wartawan Aceh Independen Ucapkan Terima Kasih ke Kapolres Lama, Selamat Datang Kapolres Baru Aceh Timur

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Lautan Manusia Tumpah di Landing, Tgk Habibi Bongkar Jejak Besar 800 Tahun Samudera Pasai

Rabu, 9 September 2026 - 22:13 WIB

PPPK Kota Lhokseumawe Adukan Gaji Belum Dibayar sejak Juni, Haji Uma Langsung Hubungi Wali Kota

Rabu, 9 September 2026 - 20:37 WIB

Milad 800 Tahun Aceh Utara, Malam Peringatan Jadi Panggung Sejarah dan Semangat Bangkit

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Ek Geunteut Meriahkan Milad 800 Samudera Pasai, Pelajar Unjuk Ketangkasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:05 WIB

Delapan Abad Samudera Pasai, Aceh Utara Tak Ingin Sejarah Tinggal Cerita

Senin, 7 September 2026 - 16:05 WIB

Timphan Teutheut Banda Baro Curi Perhatian di Stan DPRK, Warisan Rasa Aceh Utara Tampil di Milad 800 Samudera Pasai

Berita Terbaru