Delapan Abad Samudera Pasai, Aceh Utara Tak Ingin Sejarah Tinggal Cerita

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 14:05 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|LHOKSUKON — Delapan abad Samudera Pasai tidak cukup hanya dikenang melalui cerita kejayaan masa lalu. Memasuki momentum peringatan 800 tahun, Aceh Utara kembali membuka ruang untuk menggali, merawat dan menghidupkan warisan sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan peradaban Islam di Aceh.

 

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar dan Diseminasi Kajian Kesultanan Samudera Pasai yang membahas penelitian konservasi, pelestarian serta internalisasi nilai sejarah makam Malikussaleh. Kegiatan berlangsung Rabu, 9 September 2026, di Aula Sekretariat Daerah (Setdakab) Aceh Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pasai dengan mengusung pesan “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”—menjaga adat dan memperkokoh syariat sebagai bagian dari identitas serta jati diri masyarakat Aceh.

 

Sejumlah akademisi dan tokoh yang memiliki perhatian terhadap sejarah Samudera Pasai turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Dr. Saifuddin Dhuhri, Lc., MA dan Prof. Dr. Husni Mubarak, Lc., MA. Sementara Dayan Albar, S.Sos., M.AP. turut menjadi bagian dalam forum tersebut.

 

Kepala Bappeda Aceh Utara, Drs. Adamy, M.Pd., juga hadir dalam kegiatan yang menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pelestarian warisan Kesultanan Samudera Pasai.

 

Makam Malikussaleh menjadi salah satu perhatian utama dalam kajian. Situs tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan seorang tokoh sejarah, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan jejak awal pemerintahan dan perkembangan peradaban Islam Samudera Pasai di wilayah Aceh Utara.

 

Karena itu, konservasi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai menjaga bangunan atau kondisi fisik makam. Nilai sejarah, pengetahuan dan pesan yang terkandung di dalamnya juga perlu diwariskan kepada generasi muda.

 

Di sinilah internalisasi sejarah menjadi penting. Generasi penerus tidak cukup hanya mengetahui nama Malikussaleh atau Samudera Pasai dari buku pelajaran. Mereka perlu memahami bagaimana kerajaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Aceh dan memiliki posisi penting dalam sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara.

 

Momentum 800 tahun menjadi ruang untuk melihat kembali sejauh mana warisan tersebut telah dirawat. Sebab, situs sejarah tanpa pengetahuan dan kepedulian masyarakat berisiko kehilangan makna, meskipun secara fisik masih berdiri.

 

Seminar dan diseminasi itu mempertemukan unsur pemerintahan, akademisi, perguruan tinggi, tenaga pendidik, organisasi masyarakat serta guru sejarah. Pelibatan berbagai kalangan menunjukkan bahwa pelestarian Samudera Pasai membutuhkan kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola situs.

 

Delapan abad akhirnya bukan sekadar hitungan waktu. Ia menjadi pengingat bahwa kejayaan masa lalu harus diterjemahkan menjadi pengetahuan dan kebanggaan yang hidup pada generasi hari ini.

 

Tajaga adat, tapeukong syariat. Samudera Pasai tidak cukup hanya dikenang—jejaknya harus dirawat, sejarahnya dipahami dan warisannya diteruskan.

Berita Terkait

Benahi Plafon hingga Perkuat Pengawasan, Lapas Lhoksukon Tingkatkan Kewaspadaan
Gerakan Pangan Murah Serentak, Bulog Salurkan Ribuan Kilogram Bahan Pokok di Lhokseumawe
Sambut Hari Santri 2026, Ayahwa Bupati Aceh Utara Ajak Semua Elemen Serentak Berbusana Santri
Bupati Pidie Jaya Targetkan Realisasi PRR 90 Persen pada November 2026, Satgas Pusat Turun ke Lapangan
LANA Desak KPK Masuk Aceh Barat, Kebijakan Bupati Tarmizi Disorot: Jangan Sampai APBK Jadi Ladang Kepentingan!
Polemik Komite TK Negeri Pembina Memanas, Kepsek Bantah Kolusi dan Ungkap Proses Pemilihan
TURNAMEN TENIS KORMI CUP I RESMI DITUTUP, DIIKUTI PESERTA DARI TUJUH DAERAH DI ACEH
KORMI Lhokseumawe mengadakan Turnamen Tenis 78 PASANGAN IKUT MERIAHKAN BOOMING OLAHRAGA TENIS

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Dana Rutin Pengajian Orang Tua Desa Kutabaru Aceh Tenggara Tahun 2024 Disorot, Pj Pengulu Diminta Jelaskan Dugaan Gaji Belum Dibayarkan

Berita Terbaru