Desakan Penyelidikan Dugaan Korupsi Terstruktur dalam Bimtek Desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara : Masyarakat Minta APH Bertindak Tegas.

H²

- Redaksi

Rabu, 25 September 2024 - 21:01 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | Padang Lawas Utara – Bimbingan Teknis (bimtek) Desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang baru selesai dilaksanakan di enam hotel berbeda memicu kontroversi berbagai kalangan, para Aktivis Mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat ikut menyoroti penggunaan dana Desa dalam kegiatan tersebut yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Ketua LSM PINTU KEADILAN, Muklikhsan Pasaribu menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk pemborosan anggaran Dana Desa yang seharusnya difokuskan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kritik keras ini mencerminkan keresahan publik terkait potensi penyalahgunaan anggaran desa yang dapat merugikan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelenggaraan Bimtek yang secara bersamaan ini dilakukan beberapa pihak Lembaga, termasuk dari pihak Yayasan, dinilai sebagai persekongkolan adanya kerjasama dengan pihak Apdesi dan PMD Kabupaten Paluta. Fakta bahwa, beberapa bulan sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa di Pekanbaru menuai aksi demonstrasi dari aktivis, menambah kecurigaan publik.

Keterlibatan Pihak Swasta dan Dugaan Pemalsuan Legalitas

Beberapa aktivis dan masyarakat menuding adanya praktik penggantian nama lembaga untuk menghindari pengawasan ketat. Dugaan ini memperkuat indikasi adanya upaya penyalahgunaan Dana Desa melalui pelaksanaan kegiatan yang terkesan tidak transparan. Publik mencurigai bahwa penggantian nama lembaga, dengan pemain yang sama merupakan salah satu cara untuk menghindari tanggung jawab hukum, termasuk pembayaran pajak.

Muklikhsan Pasaribu juga menyoroti ketidakterbukaan penyelenggara terkait legalitas kegiatan dan izin yang diperlukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait semua menghindar dan belum memberikan keterangan resmi, sehingga memperburuk kecurigaan publik.

Desakan dari Aktivis dan Masyarakat

Para aktivis dan masyarakat menuntut agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) segera melakukan penyelidikan. Mereka meminta adanya audit menyeluruh terkait penggunaan dana desa dalam kegiatan ini dan menyelidiki dugaan penghindaran pajak serta penyalahgunaan anggaran. sertabpelanggaran administrasi dokumen negara terkait legal standing kelembagaan.

Aktivis dan pihak LSM menilai bahwa dugaan korupsi dalam pelaksanaan Bimtek Desa ini mencerminkan adanya praktik korupsi yang terstruktur sistematis dan masif. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dan transparan dari pihak berwenang untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Respon Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Padang Lawas Utara, Yusuf MD Hasibuan, saat dikonfirmasi, lebih memilih bungkam “Terkesan main aman,” demikian juga pada Kabid PMD Ikhsan Lubis, tak membalas pesan yang di kirimkan tim media, selanjutnya, pada hari berikutnya pesan yang dikirimkan tim terlihat contreng satu, diduga sang kabid sengaja memblokir nomor jurnalis.

Ketua PJ Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Padang Lawas Utara, Harun Saleh juga belum dapat dikonfirmasikan terkait polemik ini, yang semakin menambah kecurigaan publik.

Harapan Transparansi

Lembaga Swadaya Masyarakat dan para aktivis berharap agar ada tindakan yang nyata dari APH, DJP terutama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran ini. Yang mana pada setiap kegiatan selalu menjual-jual nama Kejaksaan, walaupun tidak menyebutkan nama oknum secara spesifik. Guna menegaskan bahwa transparansi dalam penggunaan Dana Desa sangat penting untuk memastikan dana tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak. Ujar aktivis.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Momentum Positif Berlanjut, Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7% YoY Jadi 8,21 Juta TEUs Hingga Mei 2026
Respon Laporan Warga, Satpol PP-WH Kota Langsa Bongkar Tiang Baliho yang Nyaris Roboh
Walikota Langsa Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim Piatu di Gampong Jawa
Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi
Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI
Bupati Aceh Utara Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus di Hadapan Komisi II DPR
Rutan Tanjung Komitmen Kemandirian, Warga Binaan Kuasai Teknik Fading, Head Massage & Racik Kopi Profesional
Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026, Bukti Disabilitas Mampu Berprestasi

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:40 WIB

Momentum Positif Berlanjut, Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7% YoY Jadi 8,21 Juta TEUs Hingga Mei 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:20 WIB

Respon Laporan Warga, Satpol PP-WH Kota Langsa Bongkar Tiang Baliho yang Nyaris Roboh

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:31 WIB

Walikota Langsa Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim Piatu di Gampong Jawa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:50 WIB

Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:40 WIB

Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:55 WIB

Rutan Tanjung Komitmen Kemandirian, Warga Binaan Kuasai Teknik Fading, Head Massage & Racik Kopi Profesional

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:31 WIB

Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026, Bukti Disabilitas Mampu Berprestasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:30 WIB

Kolaborasi Rutan Tanjung & Kemenag Tabalong Hadirkan Kebaktian Rutin Wujudkan Warga Binaan Beriman

Berita Terbaru