Desakan Penyelidikan Dugaan Korupsi Terstruktur dalam Bimtek Desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara : Masyarakat Minta APH Bertindak Tegas.

H²

- Redaksi

Rabu, 25 September 2024 - 21:01 WIB

50139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | Padang Lawas Utara – Bimbingan Teknis (bimtek) Desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang baru selesai dilaksanakan di enam hotel berbeda memicu kontroversi berbagai kalangan, para Aktivis Mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat ikut menyoroti penggunaan dana Desa dalam kegiatan tersebut yang mengindikasikan adanya dugaan korupsi yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Ketua LSM PINTU KEADILAN, Muklikhsan Pasaribu menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk pemborosan anggaran Dana Desa yang seharusnya difokuskan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat. Kritik keras ini mencerminkan keresahan publik terkait potensi penyalahgunaan anggaran desa yang dapat merugikan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelenggaraan Bimtek yang secara bersamaan ini dilakukan beberapa pihak Lembaga, termasuk dari pihak Yayasan, dinilai sebagai persekongkolan adanya kerjasama dengan pihak Apdesi dan PMD Kabupaten Paluta. Fakta bahwa, beberapa bulan sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa di Pekanbaru menuai aksi demonstrasi dari aktivis, menambah kecurigaan publik.

Keterlibatan Pihak Swasta dan Dugaan Pemalsuan Legalitas

Beberapa aktivis dan masyarakat menuding adanya praktik penggantian nama lembaga untuk menghindari pengawasan ketat. Dugaan ini memperkuat indikasi adanya upaya penyalahgunaan Dana Desa melalui pelaksanaan kegiatan yang terkesan tidak transparan. Publik mencurigai bahwa penggantian nama lembaga, dengan pemain yang sama merupakan salah satu cara untuk menghindari tanggung jawab hukum, termasuk pembayaran pajak.

Muklikhsan Pasaribu juga menyoroti ketidakterbukaan penyelenggara terkait legalitas kegiatan dan izin yang diperlukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait semua menghindar dan belum memberikan keterangan resmi, sehingga memperburuk kecurigaan publik.

Desakan dari Aktivis dan Masyarakat

Para aktivis dan masyarakat menuntut agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) segera melakukan penyelidikan. Mereka meminta adanya audit menyeluruh terkait penggunaan dana desa dalam kegiatan ini dan menyelidiki dugaan penghindaran pajak serta penyalahgunaan anggaran. sertabpelanggaran administrasi dokumen negara terkait legal standing kelembagaan.

Aktivis dan pihak LSM menilai bahwa dugaan korupsi dalam pelaksanaan Bimtek Desa ini mencerminkan adanya praktik korupsi yang terstruktur sistematis dan masif. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dan transparan dari pihak berwenang untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Respon Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Padang Lawas Utara, Yusuf MD Hasibuan, saat dikonfirmasi, lebih memilih bungkam “Terkesan main aman,” demikian juga pada Kabid PMD Ikhsan Lubis, tak membalas pesan yang di kirimkan tim media, selanjutnya, pada hari berikutnya pesan yang dikirimkan tim terlihat contreng satu, diduga sang kabid sengaja memblokir nomor jurnalis.

Ketua PJ Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Padang Lawas Utara, Harun Saleh juga belum dapat dikonfirmasikan terkait polemik ini, yang semakin menambah kecurigaan publik.

Harapan Transparansi

Lembaga Swadaya Masyarakat dan para aktivis berharap agar ada tindakan yang nyata dari APH, DJP terutama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran ini. Yang mana pada setiap kegiatan selalu menjual-jual nama Kejaksaan, walaupun tidak menyebutkan nama oknum secara spesifik. Guna menegaskan bahwa transparansi dalam penggunaan Dana Desa sangat penting untuk memastikan dana tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak. Ujar aktivis.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Kalapas Pemuda Langkat Kunjungi Polres Langkat, Bahas Strategi Antisipasi Gangguan Kamtib
Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan
Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine
Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Optimalkan Lahan Asimilasi untuk Pembinaan Keterampilan dan Ketahanan Pangan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Rafi Aroskari Ukir Emas untuk Aceh di Kejurnas Pelajar Jatim 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PT Pelindo Regional 1 Dukung Car Free Day di Belawan, Dorong Lingkungan Sehat dan Penguatan UMKM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Edukasi Humanis, Satlantas Polres Pelabuhan Belawan Ingatkan Pengemudi Ojek Pakai Helm SNI & Lengkapi Surat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Tingkatkan Keamanan melalui Kontrol Blok Hunian Warga Binaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ciptakan Lingkungan Kerja Kolaboratif, PT PPK Rayakan HUT ke-81 RI dengan Sportivitas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Tata Kelola Kunci Keberlanjutan”, PT PPK Tingkatkan Pemahaman GCG dan ACGS di Jakarta

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB