IMPIAN BINAR

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Rabu, 9 Oktober 2024 - 17:14 WIB

20559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi epsikologi.com

TIMELINES,INEWS

By: Heni Simba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Binar selalu merasa ada panggilan batin untuk memahami jiwa manusia. Mimpinya untuk menjadi seorang psikolog sudah tertanam sejak kecil. Alasan mengapa ia ingin menjadi psikolog karena ia tahu tidak didengar itu sangat menyakitkan, semenjak itu, ia akan berusaha menjadi pendengar yang baik.

Namun, jalan menuju impiannya itu tidak selalu mulus seperti yang ia bayangkan. Tidak ada yang mendukung impian Binar waktu itu. Orang tuanya tidak menyetujui untuk ia mengambil kuliah jurusan psikologi dan menyarankan yang lain saja. Seringkali ia dianggap aneh oleh teman-temannya. Ia mendapatkan berbagai macam bentuk ejekan.

“Psikolog? Kerjaan macam apa itu? Itu mah, kerjaan orang gila! Hahaha,” ejek salah satu teman sekelasnya.

Meski begitu, Binar tidak akan menyerah. Ia terus menerus memantapkan hatinya dengan menghiraukan kata-kata mereka. Ia juga setiap hari meyakinkan kedua orang tuanya agar mendapatkan restu untuk berkuliah psikologi. Tak hanya itu saja usahanya, ia terus membaca buku-buku tentang psikologi, mengikuti seminar dan bahkan sebuah lembaga sosial. Ia berinteraksi dan memahami berbagai macam orang yang memiliki trauma.

Melihat kegigihan Binar, kedua orang tuanya akhirnya mengizinkan ia untuk berkuliah psikologi. Ayah dan ibunya juga memberikan dukungan serta motivasi kepadanya.

Setelah lulus SMA, Binar berhasil diterima di jurusan psikologi di Universitas Indonesia. Ia sangat bersemangat menjalani masa perkuliahannya, tetapi itu tak berlangsung lama, ia mulai merasa kesulitan. Materi kuliah yang semakin kompleks dan banyak tugas menumpuk membuatnya kewalahan. Ia sekarang jadi sering mengeluh dan terkadang juga ingin menyerah.

“Ya Allah, aku capek, kapan ini selesainya ya? Apa memang aku ngga pantes jadi psikolog?” gumamnya dalam hati. “Apa aku berhenti aja, ya?”

Di tengah kegelisahannya, tiba-tiba ponsel milik Binar berdering. Ternyata ibunya yang menelepon.

Ibunya menanyakan kabar Binar dan bagaimana kuliahnya. Ia pun menceritakan semua kegelisahannya pada ibunya. Ibunya pun menasehati dan memberikan support beserta motivasi kepada Binar.
“Kamu jangan nyerah, ya, Nak, semua orang pasti pernah mengalami kesulitan. Ingat dulu kamu mau jadi psikolog itu karena apa? Lihat juga perjuangan kamu dulu hingga sampai detik ini. Jangan buat semua ini jadi sia-sia, ya,” nasehat Ibu diseberang telepon sana. “Yang penting sekarang gimana kamu bangkit dan terus berusaha.”

Akhirnya Binar tersadar, ia mengingat kembali mengapa ia ingin menjadi seorang psikolog. Ia ingin membantu orang lain mengatasi masalah mereka dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Dengan semangat baru, Binar kembali fokus pada studinya.

Setelah sekian purnama, akhirnya Binar lulus kuliah, gelar S.Psi. pun tersemat di namanya “Ellara Binaraini, S.Psi” dengan bangga dan terharu ia dan kedua orang tuanya sekarang, ia tak menyangka bisa menyelesaikan kuliah setelah melewati berbagai macam rintangan.

Binar sekarang bekerja di sebuah klinik psikologi miliknya sendiri. Ia merasa sangat bersyukur bisa mewujudkan impiannya. Ini semua berkat usaha dan kegigihannya selama ini. Tak lupa juga ia berterima kasih kepada ayah dan ibunya, berkat mereka Binar bisa sampai di titik ini.

Setiap hari, Binar berinteraksi dengan pasien-pasiennya dari berbagai macam latar belakang, mendengarkan curhatan mereka, dan berusaha memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi.

Binar menyadari bahwa seorang psikolog tidak hanya tentang memberikan solusi, tetapi juga tentang memberikan harapan. Ia ingin agar setiap pasiennya merasa didengarkan dan dihargai.

Simpang Rimba, 9 Oktober 2024

Berita Terkait

Yori And His Curiosity
Harapan Yang Tersimpan Di Kotak Abu
Rapuh Di Tengah Keluarga Yang Ricuh
Detak Yang Menyelamatkan
Bangka Tempatku Bercerita
Perjalanan Risa Di Dunia Perkuliahan 
Tawa Di Balik Bangku
Hutan Yang Berbicara
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:35 WIB

PT KAI Divre I Sumut Layani 233 Ribu Penumpang Selama Januari 2026, KA Siantar Ekspres Perkuat Konektivitas Ekonomi Enam Wilayah

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:23 WIB

Sepanjang 2025, PT KAI Daop 5 Purwokerto Sertipikasi Aset Tanah Senilai Rp499 Miliar

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:03 WIB

Dari Bogor, Mualem–Dek Fadh Perkuat Konsolidasi Pusat–Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:11 WIB

Wabup Toba dan Wakapolres Toba Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bapas Kelas I Palangka Raya Mengikuti Sosialisasi Penginputan Data Laporan Pendampingan untuk Meningkatkan Kualitas Data

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:02 WIB

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:49 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026

Berita Terbaru