( Foto sang penulis Jasky Rahmad 9 B)
Penulis: Jasky Rahmad 9B
Di sebuah desa kecil terletak di kaki perbukitan, terbentang sebuah hutan luas yang begitu indah dan menyenangkan. Hutan itu seolah menjadi pelindung desa berdiri kokoh dengan pepohonan yang tinggi menjulang, daunnya rimbun menutupi sinar matahari, dan udara sejuk yang selalu membawa aroma tanah basah. Di dalamnya hidup berbagai jenis binatang burung-burung dengan kicauan merdu rusa yang berlari lincah hingga serangan kecil yang berkilauan saat pagi tiba.
Sejak dahulu, penduduk desa meyakini bahwa hutan itu bukan sekedar kumpulan pepohonan. Mereka percaya di balik sunyi dan hijaunya dedaunan, terdapat roh penjaga hutan yang mampu berbicara dan mengawasi keseimbangan alam. Tak seorangpun berani merusak hutan sembarangan sebab hutan dianggap sebagai rumah yang harus dihormati.
Di desa itu hiduplah seorang anak kecil bernama Jasky Rahmad, Jasky dikenal sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu. Setiap sore,ia sering duduk di tepi Desa memandangi hutan dari kejauhan. Ada sesuatu di dalam hatinya yang selalu memanggilnya untuk masuk dan mengenal hutan lebih dekat.Suatu hari ketika matahari belum sepenuhnya tenggelam, Jasky memberanikan diri untuk menjelajahi hutan tersebut .
Dengan langkah kecil dan hati yang berdebar, ia berjalan menyusuri jalan setapak,menikmati setiap detail alam di sekitarnya.Angin berdesir lembut dedaunan bergoyang pelan dan cahaya keemasan menembus celah-celah ranting.Namun tiba-tiba,suasana berubah hening di tengah keningan itu, Jasky mendengar suara aneh.Suara itu lembut namun jelas, seperti seseorang yang sedang berbicara. Jasky berhenti melangkah,menajamkan pendengarannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri tetapi tak ada seorangpun di sana.
Dengan rasa penasaran yang semakin besar, Jasky mengikuti arah suara tersebut hingga ia tiba di hadapan sebuah pohon besar dan tua. Batangnya tebal akarnya menjalar kuat di dalam tanah, dan kulitnya dipenuhi lumut hijau. Pohon itu tampak berbeda dari yang lain seolah menyimpan cerita panjang dari masa lalu.
Jasky menelan ludah lalu bertanya dengan suara bergetar.
“Apakah… apakah Anda yang berbicara?”
Pohon itu perlahan mengeluarkan suara yang hangat dan bijaksana.
“Apakah…apakah anda yang berbicara” tanya Jasky
Pohon itu perlahan mengeluarkan suara yang hangat dan bijaksana.
“Ya,akulah yang berbicara” katanya.” Aku adalah penjaga hutan ini. Aku telah hidup selama ratusan tahun, menyaksikan manusia datang dan pergi,serta alam yang terus berubah”.
Mata Jasky membesar. Rasa takutnya berganti menjadi kekaguman. Pohon itu melanjutkan ceritanya,mengajarkan tentang keseimbangan alam,tentang bagaimana hutan memberi kehidupan, dan bagaimana manusia seharusnya menjaga, bukan merusak. Setiap kata yang diucapkan pohon itu terasa menegangkan seolah menanamkan kebijaksanaan di dalam hati Jasky.Sejak pertemuan hari itu,Jasky pulang dengan hati yang berbeda.Ia tidak lagi memandang hutan hanya sebagai tempat yang indah, tetapi sebagai sahabat yang harus dilindungi. Ia mulai menjaga lingkungan di sekitarnya, tidak membuang sampah sembarangan dan mengingatkan orang-orang agar lebih peduli pada alam.
Jasky pun menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya dan penduduk desa. Walau tidak semua orang pernah mendengar suara pohon seperti dirinya. Kisah Jasky membuat banyak orang kembali mengingat betapa berharganya alam yang mereka miliki.
Catatan dari sang penulis: Hai para pembaca, cerita ini mengajarkan kita bahwa alam bukan hanya tempat hidup, tetapi juga guru yang mengajarkan kebijaksanaan. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan, untuk hari ini dan masa depan.
Tamat
Penulis merupakan pelajar dari SMPN 1 Simpang Rimba dari kelas 9B yang baru saja menyelami dunia kepenulisan semenjak di adakannya pelatihan jurnalistik di tahun 2025


































