Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 16:01 WIB

20373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

TLII>>Jakarta, INFO_PAS – Karya dan kreativitas terbaik dari Warga Binaan di seluruh Indonesia, mulai dari pertunjukan seni, kuliner, fesyen, hingga bazar, ditampilkan dalam Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) yang digelar pada 21–24 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta. Bahkan, sejumlah band dari Warga Binaan berkesempatan tampil berkolaborasi dengan musisi ternama, seperti Zivilia Band, Virgoun, dan Tagor Pangaribuan.

Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

Mengusung tema Creation Beyond the Bars, IPPAFest 2025 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-61 pada 27 April 2025. Kegiatan ini selaras dengan tema besar HBP tahun ini, yakni Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat, yang juga mendukung Asta Cita Presiden RI dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menegaskan bahwa pembukaan IPPAFest bukan sekadar membuka festival, melainkan membuka panggung bagi semangat, harapan, dan kemanusiaan.

 

“Tema Creation Beyond the Bars adalah pernyataan kuat bahwa kreativitas tidak bisa dipenjara. Harapan tidak bisa dibungkam; ia akan selalu menemukan jalan, selalu menjembatani segala rintangan,” ujar Menteri Agus saat membuka IPPAFest, Senin (21/4).

Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest)

Ia menambahkan bahwa IPPAFest bukan hanya ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas proses panjang pembinaan Warga Binaan agar kembali menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat. “Ini adalah pemulihan martabat manusia. Negara hadir bukan untuk menghukum, tetapi untuk membangun kapasitas pribadi. Kita ingin Warga Binaan kembali sebagai manusia utuh, siap hidup bermakna, dan kembali berkontribusi,” lanjutnya.

 

Menteri Agus juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendorong Pemasyarakatan menjadi solusi bagi bangsa. “Mari kita buktikan komitmen dalam membangun Pemasyarakatan yang inklusif, produktif, dan berbudaya. IPPAFest bukan sekadar festival; ini adalah perlawanan terhadap pesimisme. Ini adalah panggung harapan dan bukti nyata semangat berkarya,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Imipas atas kepedulian dan perubahan cara pandang terhadap Warga Binaan.

 

“Dulu, mungkin kita memandang Warga Binaan dengan diksi yang kurang positif. Namun, program seperti ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan Kementerian Imipas menjadi sangat penting dan patut diapresiasi,” ujarnya.

 

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan bahwa IPPAFest menjadi wadah ekspresi seni dan ajang promosi produk Warga Binaan yang memiliki nilai jual dan potensi untuk diindustrialisasi. “Festival ini menghidupkan kembali semangat perubahan sebagaimana yang diwariskan para pendahulu kita dalam Pemasyarakatan. Ini juga memperkuat gotong royong antara Narapidana, masyarakat, dan petugas Pemasyarakatan,” jelasnya.

 

Pembukaan IPPAFest semakin semarak dengan lelang kain batik dan lukisan karya Warga Binaan dari berbagai Lapas dan Rutan. Seluruh karya laku terjual, bahkan dua lukisan berhasil dilelang hingga mencapai Rp40 juta. Total hasil lelang kain batik dan lukisan menembus angka ratusan juta rupiah.

 

Selama tiga hari, IPPAFest 2025 akan menampilkan beragam pertunjukan seni dan musik, di antaranya Zivilia Band bersama Sindur Rock Band (Lapas Khusus Gunung Sindur), Virgoun bersama Band Rutan Cipinang, IPPAFest Fashion Show, Kolaborasi Band dan Calung Lapas Purwokerto, Rampak Beduk Lapas Perempuan Tangerang, Rampak Gendang Lapas Narkotika Bandung, Fire Dance Lapas Kerobokan, Stand-Up Comedy Lapas Cipinang, Reog Rutan Ponorogo, serta Band dan Angklung dari LPKA Tangerang.

 

Sebanyak 33 stand Kantor Wilayah Ditjenpas juga turut hadir memamerkan produk unggulan dari masing-masing daerah. Tidak ketinggalan bazar UMKM dan berbagai permainan seru dengan hadiah menarik turut memeriahkan festival ini.

 

IPPAFest 2025 menjadi ajang untuk menunjukkan keberhasilan program pembinaan Warga Binaan serta mendorong kebanggaan dalam menggunakan dan membeli produk hasil karya mereka. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan ini juga mendukung optimalisasi produk Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak, serta percepatan implementasi Rencana Aksi Pemasyarakatan Tahun 2025.

 

Turut hadir dalam pembukaan IPPAFest 2025 antara lain Wakil Menteri Imipas, Ketua dan anggota Komisi XIII DPR RI, Menteri UMKM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perwakilan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, perwakilan Bank BRI, para Duta Besar negara sahabat, Pimpinan Tinggi Kementerian Imipas, serta mitra kerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan lainnya. Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan peluncuran Galeri Pemasyarakatan di lounge Imigrasi serta pencanangan Hari Cinta Produk Warga Binaan.

Berita Terkait

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Hadiri Apel Pemulangan Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang
Kajati Sumut: Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan di Sumut untuk Kepentingan Masyarakat
Membangun Hubungan Harmonis, Ka. KPR Rutan Labuhan Deli Lakukan Pendekatan Humanis
Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsianțar Bawa Korban ke Psikolog
Ketua APDESI Aceh: Terpilihnya Junaedhi Mulyono Jadi Energi Baru Organisasi
Ratusan Wartawan Jalani Orientasi Kebangsaan dalam Rangka HPN 2026
Aceh Borong Prestasi Nasional, Raih UHC Awards 2026
Pemko Langsa Raih Penghargaan UHC Madya 2026 dari BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:54 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP, Bahas 44 Klien Pemasyarakatan

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:46 WIB

Bapas Kelas I Medan Ikuti Sosialisasi Penginputan Laporan Pendampingan Melalui Aplikasi Bimkemas

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:37 WIB

Lapas Kelas I Medan Peringati Isra Mikraj dan Wisuda Tahfidz, Perkuat Pembinaan Keagamaan

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:55 WIB

Perkuat Sinergi P4GN Rutan Tanjung Pura Sambut Kunjungan BNN Kab. Langkat

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:12 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Kontrol Rutin Blok Hunian untuk Jaga Keamanan

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:02 WIB

Lapas Padangsidimpuan Fasilitasi Warga Binaan dengan Kegiatan Membaca di Perpustakaan

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:45 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Pengajian, Wujudkan Pembinaan Spiritual bagi Warga Binaan

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:39 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Penling dan Sosialiasi Ops Keselamatan Toba 2026 Malam Hari

Berita Terbaru