TLii | ACEH | Gayo Lues, 11 Juli 2025 — Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah Gayo Lues, Kepala Cabang Bulog Kutacane, Fahmi Siregar, bersama Kepala Gudang Bulog Blangkejeren, Jumiadi, melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi di Kilang Padi Netral, Kampung Ulun Tanoh kecamatan kuta panjang, Jumat (11/7).
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan terkait ketersediaan stok beras serta fluktuasi harga yang terjadi selama masa tanam. Saat ini, harga beras di wilayah Gayo Lues mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan lokal.
> “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga. Kami sedang mempersiapkan dua program utama, yakni Bantuan Pangan dan Penyaluran Beras SPHP, yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat,” jelas Fahmi Siregar.
Kedua program tersebut dirancang untuk merespons kondisi tingginya harga beras akibat belum masuknya masa panen. SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) merupakan program pemerintah untuk mengintervensi pasar dengan distribusi beras dari cadangan pemerintah, agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Bulog sendiri memastikan kesiapan distribusi beras dari gudang-gudang yang ada di wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
> “Kami siap mendistribusikan stok yang ada begitu ada arahan teknis dari pusat dan daerah. Yang terpenting adalah menjaga agar pasokan tetap lancar dan tidak mengganggu ekonomi masyarakat,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Desa Ulun Tanoh, Suhardinsyah, mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini tengah berada di masa tanam, dan panen baru akan berlangsung paling cepat pada bulan Oktober.
> “Kami berharap intervensi dari pemerintah daerah maupun pusat bisa segera dilakukan. Kalau distribusi bantuan pangan dan SPHP bisa cepat dan tepat, itu sangat membantu kami yang saat ini kesulitan karena harga beras melonjak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan ada program rutin dari pemerintah dalam menghadapi periode rawan seperti masa tanam, ketika produksi beras lokal masih minim dan ketergantungan pada pasokan luar meningkat.
Dengan kondisi seperti ini, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di wilayah pedalaman seperti Gayo Lues.
(Kang Juna)

































