Bupati Aceh Tenggara Buka Peluang Investasi Kakao dan Kopi, Investor Dijamin Kemudahan dan Keamanan

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 - 11:47 WIB

20530 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Aceh Tenggara – Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, SE, MM, membuka peluang investasi yang luas di sektor pertanian, khususnya untuk komoditas unggulan seperti kakao dan kopi. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan berbagai kemudahan dan jaminan keamanan bagi investor yang serius mengembangkan potensi daerah.

Peluang ini terbuka bagi investor domestik maupun asing, dengan tujuan menjadikan Aceh Tenggara sebagai pusat produksi dan ekspor komoditas unggulan ke pasar global.

“Pemerintah daerah siap memberikan segala kemudahan perizinan dan menjamin keamanan bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Bupati Salim Fakhry saat meninjau langsung aktivitas petani sekaligus eksportir kakao dan kopi dari PT Sanghyang Ayu di Desa Lawe Dua Gabungan, Kecamatan Bukit Tusam, Rabu (16/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Aceh Tenggara Hj. Nurjanah Pasaribu, SE, yang juga merupakan istri Bupati, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Transmigrasi Zul Fahmy, S.Sos, Camat Bukit Tusam Sukri, serta sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Bupati, kakao dan kopi adalah komoditas unggulan Aceh Tenggara yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi ekspor yang menjanjikan.

“Kami mengundang para investor untuk bermitra dengan petani lokal guna mengembangkan sektor ini bersama-sama,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai insentif, seperti proses perizinan yang cepat, jaminan lahan produktif, serta kemudahan dalam pengurusan dokumen investasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat pedalaman.

“Dengan masuknya investor, kami optimistis produksi kakao dan kopi akan meningkat dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Bupati.

Diketahui, Aceh Tenggara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika berkualitas tinggi serta kakao dengan cita rasa khas yang telah menarik perhatian pasar global.

Bupati Salim Fakhry juga menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian, khususnya kopi dan kakao, merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Dalam hal ini, keterlibatan aktif petani lokal sangat ditekankan agar investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah akan menjembatani kolaborasi antara investor dan petani melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, serta penguatan kelembagaan petani. Kami ingin memastikan bahwa kemitraan yang terbentuk bersifat adil dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan bahwa Aceh Tenggara telah memiliki infrastruktur pendukung yang terus ditingkatkan, termasuk akses jalan ke sentra produksi, fasilitas ekspor, dan jaringan logistik untuk memperlancar distribusi hasil pertanian ke luar daerah maupun ke luar negeri.

Di kesempatan yang sama, pihak PT Sanghyang Ayu selaku pelaku usaha dan eksportir menyambut positif langkah proaktif pemerintah daerah. Mereka menyatakan kesiapan untuk meningkatkan skala produksi dan memperluas jaringan pasar internasional dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Ketua TP PKK Aceh Tenggara, Hj. Nurjanah Pasaribu, SE, turut menyampaikan apresiasinya terhadap peran perempuan dalam sektor pertanian dan berharap agar para ibu rumah tangga juga dapat dilibatkan dalam rantai nilai pertanian, seperti pengolahan hasil, pemasaran, dan UMKM berbasis komoditas lokal.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Aceh Tenggara semakin menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, memberdayakan masyarakat, serta memposisikan diri sebagai salah satu sentra produksi kopi dan kakao unggulan di Indonesia.

Penulis: Samsul Bahri

Berita Terkait

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya
Hadiri Rakornas 2026, Walikota Langsa Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh Tekankan Pondasi Akhlak dan Karakter
Kebakaran Lahan di Leupung Aceh Besar, BPBD Bergerak Cepat Padamkan Api
Panggung Gembira Pentas Seni Pondok Pesantren Thawalib ACEH TENGGARA
Tarhib Ramadhan PKS Aceh Besar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis, Kumpulkan 35 Kantong Darah
Verifikasi Terbuka Rumah Rusak, Bupati Pidie Jaya Gandeng Media dan Masyarakat
Kadis Sosial Aceh Tenggara Akui Dana Makan Anak Yatim Panti Asuhan Telah Dikembalikan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:11 WIB

Wabup Toba dan Wakapolres Toba Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:55 WIB

SatReskrim Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:00 WIB

Kejati Sumut Ungkap Kasus Korupsi Waterfront Samosir, General Manager PT Yodya Karya Jadi Tersangka

Senin, 2 Februari 2026 - 23:10 WIB

Lapas Kelas I Medan Perkuat Pembinaan Keagamaan Dengan Perayaan Thaipusam Dan MoU

Senin, 2 Februari 2026 - 22:33 WIB

Integritas Jadi Fokus Utama, Kalapas Narkotika Langkat Pimpin Apel Awal Bulan

Senin, 2 Februari 2026 - 22:21 WIB

Lapas Narkotika Langkat Intensifkan Kontrol Keliling untuk Cegah Gangguan Kamtib

Senin, 2 Februari 2026 - 22:01 WIB

Lapas Kelas IIA Binjai Teken Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Tahun 2026

Berita Terbaru