TLii|Poso Sulteng- Tekad kuat dan doa orang tua mengantarkan Apos, pemuda asal Desa Tindoli, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso, mewujudkan cita-citanya menjadi anggota TNI. Perjalanan hidupnya yang penuh liku menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama kalangan pemuda di kampung halamannya.
Sejak kecil, Apos sudah memimpikan diri menjadi tentara dan mengabdi kepada negara. Namun jalannya tidak selalu mulus. Usai lulus SMA, ia sempat menganggur dan tidak memiliki arah pasti. Untuk membantu ekonomi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, Apos bekerja di salah satu perusahaan tambang nikel di Morowali.
Namun karena alasan tertentu, ia berhenti dari pekerjaan tersebut dan pulang ke kampung halaman. Berkat informasi dari sepupunya, Apos kemudian melamar kerja sebagai tukang cukur di sebuah barbershop di Desa Pendolo. Profesi itu ia tekuni selama hampir setengah tahun lebih.
Meski bekerja sebagai kapster, impian menjadi anggota TNI tidak pernah padam. Dengan dukungan dan restu penuh dari kedua orang tuanya serta keluarga besar, Apos memutuskan berhenti bekerja demi mempersiapkan diri mengikuti seleksi TNI Bintara di Kota Manado. Sayangnya, pada percobaan pertama ia harus gagal setelah gugur di salah satu tahapan tes.
Kegagalan itu tidak membuatnya patah semangat. Ia kembali berlatih lebih keras dan mencoba lagi. Pada kesempatan berikutnya, ia mendaftar sebagai calon Tamtama di Ajen 131 Santiago, Manado. Usahanya membuahkan hasil. Apos dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan, menjadi kebanggaan bagi keluarga dan desanya.
“Semua ini berkat doa orang tua saya, ibu dan bapak saya, juga nenek saya yang selalu memberikan motivasi untuk tidak menyerah,” ujar Apos saat diwawancarai.
Ia juga mengaku sempat diremehkan oleh beberapa kerabat yang menganggap mimpinya terlalu tinggi. Ucapan sarkas yang ia dengar menjadi cambuk untuk membuktikan dirinya bisa.
“Dulu banyak yang bilang seakan pesimis saya bisa lulus. Sekarang mereka melihat dengan kagum. Tapi saya sudah maafkan. Itu jadi motivasi saya untuk berusaha lebih keras,” katanya.
Apos adalah putra dari pasangan Tasman Pandonge dan Irna Melubu. Ia menegaskan bahwa semua yang ia raih saat ini bukan karena usahanya sendiri semata, tetapi karena doa dan dukungan keluarga.
“Sukses saya ini bukan kebetulan. Semua karena Tuhan menjawab doa orang tua dan keluarga saya yang tulus,” pungkasnya.
Kini, Apos menjadi contoh bagi para pemuda di kampungnya bahwa cita-cita bisa diraih asalkan mau berusaha, sabar menghadapi kegagalan, dan tidak lupa memohon restu serta doa dari orang tua.
Penulis : Stenlly Ladee





































