TLii | ACEH | GAYO LUES – Kamis, 31 Juli 2025, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K. beserta jajaran Satresnarkoba atas keberhasilan mereka dalam mengungkap dan menyita 501 kilogram ganja kering di pinggiran aliran Sungai Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren.
Penemuan ganja kering dalam jumlah besar ini menjadi salah satu bukti keseriusan Polres Gayo Lues dalam memerangi peredaran narkotika di daerah yang dikenal dengan kontur wilayahnya yang sulit dijangkau.
Beberapa hari setelah penemuan tersebut, pada Senin, 28 Juli 2025, dilakukan operasi gabungan besar-besaran yang melibatkan:
– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh
– Polres Gayo Lues
– Kompi Brimob Peparik
– Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL)
Operasi ini berhasil menemukan dan memusnahkan empat titik ladang ganja dengan luas total sekitar 25 hektare di wilayah Pantan Dedep, Kampung Agusen, Kecamatan Blangkejeren.
Kasat Narkoba Polres Gayo Lues, Iptu Bambang Pelis, S.H., M.H.,. Menjelaskan saat menjadi narasumber dalam kegiatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang digelar di Logon Hill, Kamis, 31 Juli 2025, bahwa operasi pemusnahan ini bukan tanpa risiko.
“Tim berangkat Senin siang (28/7) dan kembali Rabu malam sekitar pukul 23.50 wib. Selama operasi, kami menempuh perjalanan berat selama tujuh jam, menyisir lereng Gunung Leuser yang curam dan lebat,” ungkap Bambang.
Medan yang ekstrem dan lokasi ladang yang tersembunyi jauh di dalam kawasan hutan membuktikan betapa para pelaku berusaha menyembunyikan aktivitas ilegal mereka. Namun, kegigihan aparat gabungan membuahkan hasil.
Pemusnahan ladang ganja seluas puluhan hektare ini menjadi pesan tegas dari aparat keamanan bahwa perang terhadap narkoba akan terus digencarkan. Ladang-ladang ilegal tersebut tidak hanya merusak ekosistem hutan, tapi juga mengancam masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat.
Operasi ini menunjukkan komitmen nyata Polda Aceh beserta seluruh jajarannya, didukung oleh Brimob dan BBTNGL, dalam memutus rantai peredaran narkotika dari hulu ke hilir.
Dalam penutupan kegiatan Bimtek P4GN selama dua hari, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., menyampaikan apresiasi secara resmi:
> “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polres Gayo Lues dalam mengungkap kasus narkotika ini. Ini merupakan pencapaian yang patut dijadikan contoh.”
Fauzul juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga, khususnya antara BNNK Gayo Lues dan Polres Gayo Lues, dalam menekan peredaran narkoba.
“Sinergi antar penegak hukum sangat penting dalam mencegah dan memberantas narkotika. Tidak ada institusi yang bisa bekerja sendiri menghadapi jaringan narkoba yang begitu terorganisir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fauzul Iman berharap keberhasilan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak narkoba.
> “Kami akan terus berkomitmen menjalankan program pencegahan dan pemberantasan demi mewujudkan masyarakat yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika.”
Di akhir pernyataannya, Fauzul kembali menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Gayo Lues dan jajarannya, yang telah membuktikan komitmennya secara nyata.
“Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian, kita bisa mempersempit ruang gerak jaringan narkoba. Semoga ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus bergerak,” tutup Fauzul.
(Kang Juna)


































