TLii | ACEH | Gayo Lues – Kutapanjang, 11 Juli 2025 — Suasana haru dan hangat menyelimuti Kantor Kepala Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, pada Jumat pagi (11/07). Mahasiswa Universitas Samudra (UNSAM) Langsa dari Kelompok KKN Reguler Periode II Tahun 2025 resmi menutup masa pengabdian mereka di desa ini dalam sebuah acara perpisahan bersama Kepala Desa, Suhardinsyah.
Kelompok 115 yang dipimpin oleh Muhammad Aulia Ridha Fahlevi telah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata selama satu bulan penuh, dengan semangat kolaboratif dan kontribusi nyata dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Sejumlah program telah dilaksanakan, mulai dari edukasi, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan sosial dan budaya, semuanya bertujuan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Desa Ulun Tanoh dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar. Namun, mahasiswa mencatat sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat, seperti di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Untuk menjawab hal tersebut, mahasiswa hadir membawa solusi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Beberapa kegiatan unggulan yang berhasil mereka implementasikan antara lain:
Pelatihan Digital Aplikasi Canva untuk desain infografis edukatif.
Edukasi Tanaman Kakao untuk petani pemula.
Sosialisasi Anti-Narkoba bertema “Melindungi Diri dan Masa Depan Generasi Muda”.
Pelatihan Perawatan Mesin Giling Kopi bagi pelaku UMKM.
Program Membaca KBBI dan Kerajinan Tangan untuk anak-anak.
Senam Anak dan Lansia, serta edukasi kesehatan jasmani.
Workshop Daur Ulang Botol Bekas menjadi produk kreatif.
Edukasi Lingkungan dan Bencana dikemas secara digital.
Tak hanya itu, berbagai kegiatan sosial lain seperti Festival Seni Budaya Lokal, Bimbingan Belajar, Perpustakaan Desa, dan Penyuluhan Kesehatan turut mewarnai dinamika kehidupan warga selama sebulan terakhir.
Dalam sambutannya, Ketua Regu Muhammad Aulia menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari masyarakat setempat. “Kami belajar banyak dari Ulun Tanoh—tentang gotong royong, ketulusan, dan cinta tanah kelahiran. Semoga apa yang kami tinggalkan, walau sederhana, bisa jadi benih kebaikan jangka panjang,” tuturnya.
Kepala Desa Suhardinsyah menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UNSAM membawa warna baru dan energi positif bagi masyarakat desa. “Mereka bukan hanya datang sebagai tamu, tapi telah menjadi bagian dari keluarga besar Ulun Tanoh,” katanya.
Dengan penuh semangat, mahasiswa UNSAM pamit dari Ulun Tanoh, namun meninggalkan jejak pengabdian dan harapan: bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang membangun kesadaran, pengetahuan, dan semangat baru dari akar rumput.
“Yang singgah akan pergi, tapi kebaikan akan menetap. Terima kasih, Mahasiswa UNSAM. Jejak kalian akan dikenang di Tanoh Ulun.” – Warga setempat.
(Kang Juna)


























