Kepala Kantor Pos Ingin Jaya Komit Layani Warga Secara Humanis, BLTS Didistribusikan di 37 Gampong
TIMELINES iNEWS Investigasi | ACEH BESAR —
Kantor Pos dan Giro Ingin Jaya resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) kepada 37 gampong di wilayah Kecamatan Ingin Jaya. Penyaluran ini merupakan amanah dari Kementerian Sosial RI guna memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Kantor Pos dan Giro Lambaro Ingin Jaya, Bahagia, menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang prima, cepat, sopan, serta humanis kepada setiap warga. Ia menegaskan bahwa pelayanan tidak boleh dibedakan berdasarkan latar belakang maupun kondisi penerima manfaat.
> “Kita tetap memberikan pelayanan terbaik. Ini amanah dari Kementerian Sosial. Jika ada penerima manfaat sakit atau tidak memiliki wakil, kami tetap komit untuk mengantar langsung ke rumah,” ujar Bahagia.
Pelayanan Humanis: BLTS Diantar ke Rumah Lansia Lumpuh
Komitmen pelayanan itu tampak ketika Bahagia menerima laporan terkait seorang lansia lumpuh yang tidak memiliki pendamping untuk mengambil bantuan. Tanpa menunggu, ia mengambil inisiatif mengantar langsung BLTS ke rumah warga tersebut.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Kantor Pos Ingin Jaya dalam memberikan pelayanan inklusif, terutama kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit.
Bahagia, yang dikenal memiliki etos kerja kuat, telah memimpin beberapa kantor pos di Aceh. Pengalaman panjang itu membentuk dirinya menjadi sosok pelayan publik yang responsif dan dekat dengan masyarakat. Ia pernah menjabat:
Kepala Kantor Pos Krueng Raya — 4 tahun
Kepala Kantor Pos Stui — 3 tahun
Kepala Kantor Pos Montasik — 4 tahun
Saat ini, Bahagia memasuki 6 bulan masa tugas sebagai Kepala Kantor Pos dan Giro Ingin Jaya
Sebaran KPM BLTS di Beberapa Gampong
Penyaluran BLTS berlangsung serentak di sejumlah gampong. Data awal penerima antara lain:
Gampong Bineh Blang — 75 KPM
Gampong Dham Pulo — 19 KPM
Gampong Meunasah Dayah — 20 KPM
Meunasah Manyang Lamgatoet — 20 KPM
Meunasah Manyet — 2 KPM
Gampong Pante — 22 KPM
Gampong Pasie Lubok — 25 KPM
Gampong Tanjong — 56 KPM
Berdasarkan pantauan TLii, proses penyaluran berlangsung lancar dan tertib. Meski listrik mengalami pemadaman, pihak Kantor Pos tetap mampu menjalankan pelayanan serta administrasi pertanggungjawaban menggunakan genset sebagai dukungan operasional.
Temuan di Lapangan: Sejumlah Data KPM Dinilai Tidak Tepat Sasaran.
Di salah satu gampong, TLii menemukan adanya kejanggalan dalam daftar penerima BLTS. Beberapa warga yang tercatat sebagai KPM dilaporkan:
– memiliki usaha dan tergolong mampu,
– memiliki kendaraan pribadi (mobil),
– merupakan istri atau keluarga perangkat desa.
Temuan ini dianggap bertentangan dengan kriteria penerima BLTS yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin, rentan, dan sangat membutuhkan.
Harapan Masyarakat kepada Kemensos RI: Verifikasi Harus Lebih Ketat
Sejumlah warga berharap Kementerian Sosial RI melakukan verifikasi yang lebih ketat terhadap data usulan dari desa. Mereka meminta Kemensos tidak serta-merta menerima data tanpa proses validasi mendalam sesuai SOP.
Masyarakat menilai masih banyak warga yang benar-benar membutuhkan—bahkan ada yang harus bekerja harian hanya untuk makan sehari—tetapi belum tersentuh bantuan sama sekali.
SOP Verifikasi Kemensos RI: Menjaga Akurasi Data Penerima
Proses verifikasi calon penerima BLTS mengacu pada sistem dan mekanisme Kemensos melalui aplikasi SIKS Desa, khususnya pada menu Verifikasi Usulan.
Panduan Verifikasi:
Layak → jika memenuhi kriteria penerima bantuan
Tidak Layak → jika data tidak sesuai atau penerima tergolong mampu
Tujuan Verifikasi
Menjamin ketepatan data serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran bagi warga miskin, kelompok rentan, dan masyarakat yang paling membutuhkan di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.*[Yahbit]


































