Ketum HMI Komisariat FKIP USK, Rivaldi.Mengecam Pernyataan Kepala BNPB Yang dinilai Mengabaikan Penderitaan Rakyat Sumatra – Aceh

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 00:41 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Universitas Syiah Kuala menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Kepala BNPB yang menyebut kondisi bencana di Sumatra—khususnya Aceh—sebagai “mencekam tapi membaik” dan “belum masuk parameter bencana nasional.”

Bagi HMI FKIP USK, pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga melukai hati masyarakat yang sedang bertahan dalam situasi darurat.
Kondisi Lapangan Berbanding Terbalik dengan Pernyataan Resmi

Ketua Umum HMI Komisariat FKIP USK, Rivaldi, menegaskan bahwa kondisi nyata di lapangan masih sangat jauh dari kata membaik. Hujan belum reda, tanah masih labil, dan banyak wilayah terisolir akibat banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Aceh hari ini, ada gampong-gampong yang benar-benar terputus total. Anak-anak menangis karena lapar, warga bertahan di atap rumah, relawan tidak bisa menembus lokasi karena akses hilang seperti disobek,” ujar Rivaldi melalui pers rilis yang diterima TLii, Sabtu 29 November 2025.

Ia menambahkan bahwa banyak masyarakat terjebak tanpa logistik, tanpa bantuan memadai, dan tanpa kepastian kapan pertolongan dapat mencapai lokasi.

Kritik untuk BNPB: ‘Apa yang Membaik?’

HMI FKIP USK menilai pernyataan BNPB sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap situasi kemanusiaan.

“Ini pernyataan yang tidak punya empati. Tidak pantas keluar dari lembaga yang seharusnya berada di garis depan penyelamatan nyawa manusia. Apa yang membaik? Kami melihat sendiri warga kelaparan dan terjebak. Ini bukan statistik—ini manusia,” tegas Rivaldi.

Mendesak Penetapan Status Bencana Nasional

Berita Terkait

Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar
Delapan Keuchik Pagar Air Patungan Bersihkan Drainase, Beko Sultan Aywan Diturunkan Minggu
Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*
Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:27 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, Lapas Narkotika Samarinda Gelar Kerja Bakti Bersihkan Langgar Nurul Huda

Kamis, 5 November 2026 - 17:38 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Salurkan Air Bersih untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 21:13 WIB

Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan

Rabu, 4 November 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Integritas dan Solidaritas Melalui Apel Pagi Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Gelar Sidang TPP, Bahas 34 Usulan Warga Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Jumat Berkah, Lapas Narkotika Samarinda Salurkan 75 Kg Beras untuk Masyarakat RT 22 Samarinda Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Samarinda Panen Kangkung Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru