TLII>>ACEH BESAR – Dalam rangka memperingati Milad ke-24, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh melakukan penanaman padi perdana musim gadu di Gampong Blang Cut, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PKS Aceh dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui sektor pertanian.

Penanaman padi dipimpin langsung Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar ST, bersama masyarakat dan kelompok tani setempat. Dalam kesempatan itu, Ismunandar menegaskan sektor pertanian harus mampu menjadi penopang utama ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Menurutnya, musim tanam gadu memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pangan daerah. Karena itu, inovasi dan modernisasi pertanian perlu terus didorong agar hasil panen meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani.
“Pertanian harus mampu menjadi sektor yang mensejahterakan masyarakat. Dengan inovasi dan pengelolaan yang baik, petani bisa memperoleh penghasilan yang lebih menjanjikan,” kata Ismunandar.
Pada kegiatan tersebut, proses penanaman padi juga menggunakan alat modern Rice Transplanter yang dinilai mampu mempercepat proses tanam serta meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Selain fokus pada peningkatan hasil panen, Ismunandar turut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Ia berharap anak-anak muda mulai melihat pertanian sebagai sektor usaha yang memiliki prospek besar dan menjanjikan.
Menurutnya, pertanian modern tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, manajemen keuangan, hingga penguasaan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, sektor pertanian diyakini mampu melahirkan petani muda yang mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPW PKS Aceh, Zulfikar Aziz, mengatakan pihaknya memberi perhatian khusus terhadap penguatan ketahanan pangan, terutama melalui sektor pertanian padi, mengingat Aceh Besar merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Aceh.
“Kita fokus membangun kegiatan yang membangkitkan semangat ketahanan pangan, salah satunya melalui sektor pertanian padi,” ujar Zulfikar Aziz.
Ia juga mengungkapkan PKS Aceh turut mendorong skema dana bergulir melalui koperasi wanita tani. Program simpan pinjam tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh modal usaha untuk membeli pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya.
Menurut Zulfikar, selama ini banyak petani terpaksa meminjam modal dari tengkulak karena keterbatasan biaya produksi. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen yang diperoleh petani tidak dapat dinikmati secara maksimal.
“Melalui koperasi wanita tani, anggota bisa mengambil simpan pinjam untuk kebutuhan pertanian. Jadi petani tidak lagi terlalu bergantung pada tengkulak,” katanya.
Selain itu, PKS Aceh juga melakukan pembinaan secara personal kepada para petani agar pengelolaan usaha pertanian menjadi lebih baik dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, PKS Aceh berharap semangat petani terus meningkat dan produktivitas pertanian di Aceh Besar semakin kuat dalam mendukung kedaulatan pangan daerah.


























