Kutacane — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, menyerahkan bantuan masa panik kepada warga korban kebakaran di Desa Terak Pisang, Kecamatan Babussalam, Kota Kutacane, pada Minggu (18/1/2026).
Kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) tersebut menghanguskan 13 unit rumah warga dan berdampak pada 12 kepala keluarga (KK). Peristiwa itu menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda.
Bupati Aceh Tenggara menyampaikan bahwa bantuan masa panik tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran di Desa Terak Pisang,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa musibah merupakan ketentuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, namun masyarakat diharapkan tetap tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan.
“Tidak ada satu pun manusia yang dapat menentukan kapan musibah datang. Saya berharap warga yang tertimpa musibah dapat menghadapi cobaan ini dengan sabar, dan semoga bantuan ini dapat meringankan beban serta dimanfaatkan sebaik-baiknya agar aktivitas warga dapat kembali berjalan,” tambahnya.
Selain itu, Bupati berpesan agar ke depan masyarakat lebih berhati-hati, karena meskipun musibah tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun dapat diminimalisir dengan kewaspadaan.
Bantuan masa panik yang disalurkan bersifat darurat, berupa kebutuhan sandang dan pangan, seperti beras, mi instan, kasur lipat, serta kebutuhan pokok lainnya yang dapat langsung digunakan oleh para korban selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, salah satu warga korban kebakaran, Basar Sihite, mewakili warga terdampak, menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar dapat segera mendirikan dapur umum dan menyediakan tenda pengungsian.
“Kami sangat membutuhkan dapur umum, Pak. Semua peralatan masak kami habis terbakar. Dengan adanya dapur umum, kami bisa memasak untuk keluarga. Kami juga berharap adanya tenda untuk tempat berlindung sementara,” ujarnya.
(Madiansyah B / Timelines iNews Investigasi)

































