Kutacane | 19 Januari 2026
Bupati Aceh Tenggara menyambut kedatangan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Marzuki Al Basyah, M.M., dalam rangka kunjungan kerja di Lapangan Pemuda, Kompleks Kampung Pelajar, Kecamatan Babussalam, Kutacane, Senin (19/1/2026).
Kunjungan kerja orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Aceh tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat serta kebersamaan masyarakat Negeri Alas.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara menyampaikan bahwa Aceh Tenggara atau Negeri Alas merupakan daerah yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan adat istiadat.
> “Negeri Alas adalah negeri metuah yang penuh tatanan dan persatuan. Walaupun masyarakat Aceh Tenggara terdiri dari berbagai etnis, kami tetap bersatu padu. Dengan prinsip sepakat, mupakat, dan bersatu, setiap persoalan dapat diselesaikan,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa Aceh Tenggara terdiri atas 16 kecamatan, 51 kemukiman, dan 385 desa, yang membentang dari wilayah utara hingga selatan. Penduduknya mayoritas suku Alas, disertai berbagai suku lainnya yang hidup rukun dan berdampingan.
Menurut Bupati, kondusivitas daerah tidak terlepas dari peran tokoh adat, cendekiawan, alim ulama, tokoh pemuda, serta dukungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan permohonan doa kepada Kapolda Aceh dan seluruh masyarakat, karena pada Rabu mendatang dirinya akan melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci bersama keluarga.
> “Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolda Aceh di Negeri Metuah ini,” tutup Bupati.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Al Basyah, M.M., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati, jajaran OPD, serta masyarakat Aceh Tenggara.
> “Saya merasakan kesejukan hati dan pikiran setelah disambut dengan adat tepung tawar di pelaminan bernuansa Alas yang Islami ini,” ungkap Kapolda.
Kapolda menyampaikan bahwa pada hari berikutnya ia akan langsung meninjau lapangan, sekaligus menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir. Namun, bantuan tersebut tidak dapat diberikan satu per satu kepada seluruh korban musibah.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial, Kapolda menegaskan bahwa sejumlah informasi yang viral tidak sesuai dengan logika dan fakta di lapangan.
> “Ada yang mengatakan kami berjalan empat jam dan tidak makan selama 10 hari. Secara logika hal itu tidak mungkin. Dalam setiap kejadian memang ada kendala transportasi, ada wilayah yang bisa dilalui kendaraan dan ada yang tidak, sehingga harus menggunakan helikopter,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, Polri tetap mengayomi masyarakat, namun penyebaran informasi yang dipelintir dan tidak sesuai kaidah hukum tetap merupakan pelanggaran dan akan ditindak tegas.
(Madiansyah B)

































