Foto: Proses Penjemputan Siswa-Siswi menuju ke Tenda Darurat, Sekolah Dasar (SD) Negeri Babo kecamatan Bandar Pusaka Aceh Tamiang
TIMELINES INEWS Investigasi | ACEH TAMIANG — Desa Babo yang terletak di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga awal Januari 2026 masih menjadi perhatian publik. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu desa yang paling parah terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir tahun 2025. Sejumlah desa di kawasan tersebut mengalami kerusakan berat, baik pada permukiman warga maupun fasilitas umum.
Hingga kini, proses pemulihan terus dilakukan melalui penyaluran bantuan logistik, pembersihan fasilitas umum, serta penanganan dampak sosial pascabencana.
Di tengah kondisi darurat tersebut, sektor pendidikan tetap berupaya berjalan. Meski harus menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, para siswa di Desa Babo tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat. Untuk memastikan kehadiran peserta didik, proses antar-jemput siswa turut dibantu oleh armada relawan, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) serta relawan yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Seiring dimulainya kembali KBM pada hari kedua pascabencana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang bekerja sama dengan MDMC melaksanakan pelatihan Kurikulum Pembelajaran pada Masa Darurat dan Trauma Healing bagi 100 pengawas dan guru. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam memberikan layanan pembelajaran sekaligus pendampingan psikososial bagi peserta didik terdampak bencana.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di SD Negeri Paya Bedi. Sementara itu, KBM juga tetap berlangsung di sejumlah sekolah lain dengan penyesuaian kondisi darurat.
Di SD Negeri Gelung, para pendidik dan siswa tetap melaksanakan KBM meskipun dengan keterbatasan sarana. Laporan pelaksanaan KBM pada hari yang sama juga disampaikan oleh TK Adhyaksa XLIV Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru.
Berdasarkan laporan, TK Adhyaksa XLIV melaksanakan KBM di Mushalla Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. Pada hari kedua KBM, sebanyak enam guru tetap aktif menjalankan tugas dengan tiga rombongan belajar. Dari total 52 siswa terdaftar, sebanyak 20 siswa hadir mengikuti pembelajaran pada Selasa, 6 Januari 2026.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang mengajak seluruh guru untuk mengikuti kegiatan trauma healing sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis pascabencana, baik bagi tenaga pendidik maupun peserta didik.
Sementara itu, kondisi yang paling menyita perhatian terlihat di SD Negeri Babo, Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka. Akibat kerusakan parah pada bangunan sekolah, KBM terpaksa dilaksanakan di tenda darurat. KBM di Desa Babo sendiri sudah dimulai sejak terpasangnya tenda bantuan UNICEF melalui program kementerian dengan pendampingan BPMP.
“Anak-anak belajar dengan ceria, dan pemulihan psikologis pascatrauma banjir terus berjalan. Walaupun dalam kondisi darurat, banyak kemajuan yang kami rasakan. Berbagai relawan terus berdatangan sebagai bentuk kepedulian,” ungkap Akhmad.
Lebih Lanjut Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Babo, Akhmad
menyampaikan apresiasi kepada media yang pertama kali mengangkat berita tentang kondisi sekolah mereka.“Alhamdulillah, kami bersyukur Media TLii menjadi media pertama yang merilis berita tentang kondisi SD Negeri Babo. Tidak Berlebihan, Ini bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, pihaknya juga mendorong pembangunan sekolah darurat yang lebih representatif.
“Kami membutuhkan sekolah darurat yang layak untuk digunakan selama satu hingga dua tahun ke depan, sambil menunggu pembangunan kembali SD Negeri 1 Babo. Sekolah tenda kami harapkan hanya bersifat sementara, maksimal hingga akhir Tahun Ajaran 2025–2026. Sehingga pada Tahun Ajaran 2026–2027, SD Negeri Babo dapat kembali menyelenggarakan KBM secara normal di sekolah darurat,” jelasnya.
Upaya tersebut menjadi cerminan komitmen bersama untuk memastikan hak pendidikan anak-anak di Aceh Tamiang tetap terpenuhi, meskipun berada di tengah situasi bencana dan keterbatasan. *[Suprianto]
#KomitdiGiatKBM
#DisdikAtam
#Pendidik
#IsTheBast
#PendidikanAtam
#Bangkit



































