TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
25/01/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tebing Tinggi, 25 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat peran Stasiun Tebing Tinggi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi wilayah. Berstatus sebagai stasiun persimpangan (junction), Stasiun Tebing Tinggi menjadi simpul vital yang mengintegrasikan mobilitas masyarakat dengan rantai pasok komoditas strategis nasional.
Stasiun ini menghubungkan arus perjalanan penumpang kereta api dari berbagai daerah, seperti Medan, Pematangsiantar, hingga Rantau Prapat. Sepanjang tahun 2025, volume penumpang di Stasiun Tebing Tinggi tercatat mencapai 381.979 pelanggan, meningkat 5,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 361.815 pelanggan.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Lonjakan arus penumpang ini secara otomatis menjadi mesin pertumbuhan ekonomi wilayah, mulai dari sektor angkutan lanjutan hingga meningkatnya pendapatan pelaku UMKM dan pedagang kuliner lokal,” ujar Anwar.
Seiring dengan meningkatnya kunjungan masyarakat dan wisatawan, Stasiun Tebing Tinggi juga berperan sebagai gerbang pariwisata kuliner. Kawasan ini dikenal luas sebagai Kota Lemang, berkat kuliner khas Lemang Batok yang menjadi daya tarik utama bagi penumpang kereta api yang singgah di Tebing Tinggi. Akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman memudahkan wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati kekayaan kuliner dan budaya lokal.
Selain melayani angkutan penumpang, Stasiun Tebing Tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
Stasiun ini terhubung langsung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dan PKS Pabatu, yang memanfaatkan angkutan kereta api untuk pengiriman produk Crude Palm Oil (CPO) menuju Stasiun Belawan maupun Stasiun Perlanaan. Selanjutnya, CPO tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Pemanfaatan transportasi kereta api dalam angkutan logistik ini menjadi bagian dari komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan menekan biaya logistik nasional.
“Simpul besi distribusi ini adalah kekuatan ekonomi yang kami kawal melalui layanan transportasi yang aman, selamat, dan tepat waktu,” tegas Anwar.
Integrasi layanan angkutan penumpang dan barang di Stasiun Tebing Tinggi menjadi faktor kunci dalam menggerakkan roda perekonomian Sumatera Utara. Kehadiran KAI tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memastikan hasil bumi dan potensi daerah, mulai dari kuliner khas hingga komoditas sawit, dapat menjangkau berbagai wilayah secara cepat dan efisien.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Tebing Tinggi demi kenyamanan penumpang serta kelancaran arus logistik nasional. Kami memastikan stasiun ini tetap menjadi tumpuan masyarakat dalam bepergian sekaligus jembatan utama bagi kemajuan ekonomi daerah,” pungkas Anwar.
(***)


































