TLii | Kutacane, Aceh Tenggara — Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis di Kabupaten Aceh Tenggara memadati Masjid Agung At-Taqwa, Kutacane, Jumat (23/1/2026), dalam rangka mengikuti Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Antusiasme jamaah tampak sejak awal acara. Kaum muslimin dan muslimat, remaja, hingga para santri dan santriwati memenuhi area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qori Internasional Ustaz H. Ja’far Hasibuan, S.Pd.I asal Sumatera Utara. Bacaan Kalam Ilahi yang merdu tersebut menambah suasana sejuk, tenang, dan sarat nuansa spiritual, sekaligus mengantarkan jamaah pada kekhusyukan peringatan Isra Mi’raj.
Dalam sambutan Bupati Aceh Tenggara yang disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Tenggara, dr. H. Eri Al Hilal, disampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir secara langsung lantaran sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci bersama keluarga.
“Kita doakan semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan umur yang panjang oleh Allah SWT,” ujar Wakil Bupati.
Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Tanoh Alas, mengingat Aceh Tenggara baru saja diuji dengan musibah banjir dan tanah longsor yang berdampak pada masyarakat, infrastruktur, serta lahan pertanian.
Ia mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan penuh mukjizat yang terjadi setelah Rasulullah SAW mengalami ‘Amul Huzni’ (tahun kesedihan), sebagai bentuk hiburan dan penguatan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha.
Sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Meneladani Kesabaran Rasulullah dalam Membangun Kembali Negeri Pasca Musibah”, Wakil Bupati menekankan pesan penting bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, sebagaimana janji Allah SWT dalam Surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6.
“Setiap masa sulit pasti diikuti kemudahan. Kita diajarkan untuk bersabar, tidak berputus asa, dan yakin bahwa Allah selalu memberikan jalan keluar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara saat ini tengah fokus pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, dengan menitikberatkan pada tiga hal utama, yakni rekonstruksi fisik dan mental, penguatan kesabaran dan ketangguhan masyarakat, serta evaluasi diri atau muhasabah.
Ia juga memaparkan langkah strategis yang mengintegrasikan rekonstruksi teknis dengan nilai spiritual, di antaranya penerapan konsep Build Back Better, integrasi mitigasi bencana dengan nilai-nilai keagamaan, transformasi digital dalam penanggulangan bencana, penguatan ekonomi masyarakat terdampak, serta pelaksanaan istighasah atau doa bersama.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan, unsur TNI-Polri, serta elemen masyarakat yang telah bahu-membahu sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
“Semangat sepakat segenap yang kita junjung bersama akan mempercepat pemulihan Aceh Tenggara. Mari jadikan peringatan Isra Mi’raj 2026 ini sebagai titik balik membangun daerah yang lebih tangguh, religius, dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan,” tutupnya.
Sementara itu, penceramah Al-Ustaz H. Muhammad Yaser Tanjung dalam tausiyahnya menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi pengingat atas perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Meski dihina, dicaci, dan disakiti, Rasulullah tidak pernah menyerah dan tetap menunjukkan akhlak terbaik sebagai pemimpin, kepala keluarga, dan teladan umat.
“Jika kita benar-benar meneladani Rasulullah SAW, insya Allah umat ini akan menjadi umat yang kuat, sabar, dan bermartabat,” pesannya di hadapan jamaah.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta pemulihan Aceh Tenggara dari segala musibah. (Madiansyah)


































