Panggung Gembira Pentas Seni Pondok Pesantren Thawalib ACEH TENGGARA

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 17:21 WIB

2050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane| Timelines iNews Investigasi | Setelah selesainya Ujian Semester Ganjil akhir Tahun 2025, Pondok Pesantren Thawalib menggelar Panggung Gembira Pentas Seni sebagai sarana penyegaran dan ekspresi bakat santri. Kegiatan ini dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren Thawalib pada Minggu, 31 Januari 2026.

Acara tersebut digelar berdasarkan undangan resmi dari pihak sekolah kepada para wali santri, dengan tujuan mempererat silaturahmi antara tenaga pendidik dan wali santri, sekaligus menampilkan berbagai kemampuan ekstrakurikuler santri yang telah dibina selama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimpinan Pondok Pesantren Thawalib, Jonifar Angara, SE., M.Ak, dalam sambutannya menjelaskan bahwa akar kata Thawalib berasal dari bahasa Arab thalaba–yatlubu yang berarti menuntut.

“Sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini, kita wajib menuntut ilmu. Ada pepatah yang mengatakan, tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan memiliki tiga jalur, yakni formal, informal, dan nonformal. Pendidikan formal ditempuh melalui jenjang sekolah, pendidikan informal melalui keluarga, dan pendidikan nonformal melalui masyarakat.

Jonifar juga menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Thawalib merupakan salah satu pondok pesantren yang berada di tengah kota. Pesantren ini menjadi tempat pembinaan akhlakul karimah, penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta pengembangan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan visi Pondok Pesantren Thawalib, yaitu:

Membentuk pribadi yang unggul, beriman, berakhlak, menguasai IPTEK, disiplin, berprestasi, berkarakter Islami, dan berjiwa pemimpin.

Sedangkan misi Pondok Pesantren Thawalib meliputi:

1. Melahirkan generasi Islami yang berkualitas.

2. Mencetak generasi Islami yang mandiri, beriman, berakhlak, dan bertakwa.

3. Menciptakan generasi Islami yang mampu mentransformasikan ilmu dalam berbagai kondisi masyarakat.

4. Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas peserta didik.

5. Menjalankan pendidikan dakwah, sosial, dan ekonomi secara proporsional.

Adapun motto Pondok Pesantren Thawalib adalah:

“Berdiri di atas dan untuk semua golongan.”

Pada Panggung Gembira tahun ajaran 2026/2027 ini, terdapat sepuluh penampilan santriwan dan santriwati. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia), Tari Saman, Tari Delapan Etnis, pertunjukan silat, karate, Tari Kutiding, drama “Ayah Aku Sudah Mondok”, dance Semapure, drama “Sekaratul Maut”, puisi berantai, hingga penampilan lagu pop.

Seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setelah kegiatan Panggung Gembira selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian rapor santri, sekaligus menjadi penutup kegiatan.

Salah seorang wali santri asal Kabupaten Gayo Lues, Husen, yang merupakan tenaga pendidik di SDN 5 Putri Betung, mengungkapkan rasa haru dan kepuasannya. Ia mengaku berangkat menuju Kutacane sejak selesai salat Subuh menggunakan kendaraan roda dua, meski harus menempuh medan jalan yang cukup berat akibat dampak banjir dan longsor.

“Perjalanan memang melelahkan, tetapi semua terbayar setelah saya menyaksikan langsung penampilan dan kreativitas anak-anak di Pondok Pesantren Thawalib. Saya merasa bangga, puas, dan terharu melihat hasil pembinaan ekstrakurikuler yang diberikan para tenaga pendidik,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah, khususnya dinas yang membidangi dayah dan pesantren, dapat memberikan perhatian lebih serta dukungan moral maupun kebijakan terhadap Pondok Pesantren Thawalib.

“Banyak santri di sini berasal dari Gayo Lues. Apa yang ditampilkan hari ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar setelah mondok di Thawalib,” pungkasnya. (Madiansyah)

Berita Terkait

Tarhib Ramadhan PKS Aceh Besar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis, Kumpulkan 35 Kantong Darah
Verifikasi Terbuka Rumah Rusak, Bupati Pidie Jaya Gandeng Media dan Masyarakat
Kadis Sosial Aceh Tenggara Akui Dana Makan Anak Yatim Panti Asuhan Telah Dikembalikan
Tim Gabungan Bea Cukai Langsa Gagalkan Ekspor Ilegal Satwa Liar
6 Bulan Tak Masuk Kantor, Oknum ASN Dinas LHK Aceh Tenggara Dilaporkan
Serikat Aksi Peduli Aceh kembali Menyoroti Kinerja Badan Reintegrasi Aceh (BRA)
Walikota Langsa dan Ketua DPRK Perjuangkan Nasib Honorer Tidak Lulus PPPK
Ditunda, Pelantikan PPPK Paruh Waktu Kota Langsa Menjadi Rabu

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 18:44 WIB

Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026, Tekankan Lalu Lintas Aman dan Humanis

Senin, 2 Februari 2026 - 18:40 WIB

Sat Res Narkoba Polres Pematangsiantar Ciduk Dua Terduga Pemilik Sabu 1,35 Gram

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:57 WIB

Komisi III DPR RI Tinjau Penegakan Hukum di Sumatera Utara, Dorong Transparansi Dan Profesionalisme

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:31 WIB

Sat Res Narkoba Polres Pematangsiantar Tangkap Pemilik 6 Paket Sabu

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:18 WIB

Pramuka Jadi Wadah Pembinaan Karakter Dan Kemandirian di Lapas Kelas I Medan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Wujud Komitmen Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Rutan Tanjung Pura Tebar 2.000 Ekor Bibit Ikan Nila

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:47 WIB

Pastikan Kondisi Aman Dan Siaga, Laperdan Lakukan Kontrol Area Branggang

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:29 WIB

Laperdan Dan LPKA Medan Gelar Pertandingan Voli Persahabatan, Perkuat Hubungan Kerja

Berita Terbaru

KALIMANTAN SELATAN

Turut Berduka, Rutan Tanjung Kehilangan Petugas Terbaik Ibu Herni Yusnita

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:14 WIB

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Dari Ratir ke Aksi: Kwarwil HW Babel Siapkan Langkah Besar di 2026

Minggu, 1 Feb 2026 - 22:43 WIB