TLii//Tanjungbalai//Sumut
Tanjungbalai-Garuda-SU Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah berbagai informasi yang beredar mengenai kondisi cadangan energi nasional.(06/03/26)
Imbauan tersebut disampaikan Rafiqi menyikapi meningkatnya kekhawatiran masyarakat yang dipicu oleh sejumlah informasi, mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyebutkan cadangan BBM nasional berada pada kisaran 20 hari.
Rafiqi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dan diharapkan tetap melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM diharapkan dilakukan sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan dengan baik,” ujar Rafiqi.
Selain itu, pihaknya juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah masing-masing.
Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga diingatkan untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah potensi penyalahgunaan pembelian BBM, termasuk praktik pengisian berulang oleh kendaraan yang sama dalam waktu singkat.
Pengawasan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang tersedia di area SPBU.
“Situasi seperti ini jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penimbunan BBM. Pengelola SPBU diharapkan dapat memanfaatkan CCTV untuk memantau kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut diharapkan distribusi BBM tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.(RR)



























