MAKRIFAT CINTA MEMBARA DI DADA Cak Haba – Penyair Sufistik

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:16 WIB

50293 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKRIFAT CINTA MEMBARA DI DADA

Cak Haba – Penyair Sufistik

Sejak awal 1980, saya membuat pengakuan yang cukup menggelitik rasa penasaran pembaca melalui Twitter dan FB saya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya mengaku seorang “Sufi.”

Muncul pertanyaan dari para pembaca:

“Mana ada seorang sufi mengaku dirinya seorang sufi?”

 

Argumen saya:

Pertama, seorang spionase tidak akan pernah mengaku dirinya seorang spionase karena ia menjaga kerahasiaannya.

Namun, ada pula yang mengaku terang-terangan bahwa dirinya seorang spionase agar orang-orang tidak percaya dan justru mencibir:

“Mana ada seorang spionase mengaku dirinya spionase.”

Semakin banyak orang tidak percaya bahwa dirinya seorang sufi, maka dia akan lebih aman menyimpan kerahasiaannya.

Kedua, saya mengaku seorang sufi karena merasa bersalah. Karenanya, di setiap pertemuan dengan teman, sahabat, dan handai taulan, saya selalu memiliki banyak kesempatan untuk meminta maaf.

Sufisme mengajarkan kita adanya pengakuan bersalah serta permohonan maaf kepada sesama makhluk, dan memohon ampunan kepada Sang Khalik. Saya mengaku sufi demi mengikatkan diri saya sendiri secara erat kepada prinsip rendah hati.

Ketiga, saya mengaku sufi untuk mendekonstruksi pemahaman para pembaca bahwa sufi adalah makhluk langitan yang sepasang kakinya tidak menginjak bumi, yang jari-jemarinya sibuk memutar butiran tasbih, serta mengasingkan diri dari peradaban dan keramaian gonjang-ganjing manusia modern.

Seorang sufi ialah orang yang sangat manusiawi. Artinya, ia tidak melepaskan lezatnya duniawi semata. Sufi itu bisa saja kita temui di pasar atau di jalanan: berambut gondrong, dekil, berpakaian tidak seperti kebanyakan orang, mencibir, menghina, bahkan memperolok sepuas hatinya.

Saya nukilkan syair lama yang ditulis oleh penyair kawakan Hamzah Fansuri dengan pesan yang sangat dalam.

 

Syair Perahu Versi I

Kayu itulah terlalu tinggi

Sungguhpun besar asalnya biji

Buahnya lengkap tiada tersembunyi

Sungguhpun lengkap tiada terdinding

Perahumu itu bernama Bentara

Awalnya tumbuh di padang belantara.

(Braginsky, 1998)

Sebagai referensi untuk memperkaya khazanah sastra sufistik, saya hamparkan kepada para pembaca beberapa penyair sufistik.

 

1. Rabi’ah Al-Adawiyah

Seorang sufi perempuan yang menuangkan rasa cintanya yang begitu bergelora kepada satu-satunya Kekasih.

ALLAH

Ya Allah,

jika aku menyembah-Mu

karena takut pada neraka,

bakarlah aku di dalamnya.

Dan jika aku menyembah-Mu

karena mengharap surga,

campakkanlah aku darinya.

Tetapi jika aku menyembah-Mu

demi cinta pada-Mu semata,

jangan Engkau enggan memperlihatkan

keindahan wajah-Mu yang abadi padaku.

 

2. Al-Hallaj

TUHAN

Aku adalah Dia yang kucintai,

dan Dia yang kucintai adalah aku.

Kami adalah dua roh

yang bertempat dalam satu tubuh.

Jika Engkau melihat aku, engkau melihat-Nya.

Jika engkau melihat-Nya, engkau melihat kami.

 

“Dulu tasawuf (spiritualitas Islam) sempat disunyi-senyapkan, didiamkan, dianaktirikan, bahkan dianggap irasional. Kini…?”

 

H. Hasan Basri Mansur, Alc.

Penyair Sufistik Banten

Lahir di Dusun Prenduan, Madura

Alumni perdana Al-Amien Prenduan (1977)

Kaperwil Banten TLii

Kabiro Kabupaten Tangerang TLii

Berita Terkait

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Meunasah Pusong dan Kediaman Waled Lapang
Momentum Maulid Nabi, Wali Kota Langsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
MPLS SMA Negeri 1 Meurah mulia di hari ke 5 dengan Doa Bersama, Sekolah Tanamkan Karakter dan Nilai Keagamaan Sejak Hari Pertama
Syiar Islam Menggema di Kota Langsa, Festival Muharram 1448 H Disambut Antusias Ribuan Warga
Gampong Teungoh Kembali Torehkan Prestasi Gemilang, Juara 1 Dala’il Khairat untuk Kelima Kalinya
Nahdatul Ulya Gampong Teungoh Raih Juara I Dalā’il Khairat di Festival Santri Meuseuraya II Kota Langsa
Festival Santri Kota Langsa Meuseuraya ke-2 Resmi Dibuka, Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam
SBC Ajak Masyarakat Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Iman Seulalah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Wagub Dek Fadh Salurkan Buffer Stock Rp4,85 Miliar, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dataran Tinggi Gayo

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Dana Rutin Pengajian Orang Tua Desa Kutabaru Aceh Tenggara Tahun 2024 Disorot, Pj Pengulu Diminta Jelaskan Dugaan Gaji Belum Dibayarkan

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 26 Okt 2026 - 15:18 WIB