TIRAI DERAI LERAI SUNYI
[Kado tercinta buat Kekasih]
cak haba-penyair.*
ko ia
Air mata suci
Menggenang di dasar perigi
berayun sepi diranting rindu
daun daun asmara mulai sendu
Ketika ombak menyapu
butiran bertabur rindu
saat pucuk ramadhan kian terasa syahdu.
Menepi iman sangkut iba
alunan gema tarawih ada tambah utuhnya rasa
bahwa taon ini gelisah geliat desah
taburi air mata berwarna biru rebah
Saat aku dampingi roh lesu
di perbatasan Gaza
bersandang sangkur
darah syuhada mengucur
bekal menuju Nirwana
bersama jemaah berbaju kian lebur.
Allahu Akbar
Walillahil lhamd.
air mata terus mengalir
basahi luka mengukir
pada perjalanan
tak berujung sepadan
menanti sirna pesakitan.
Tuhan…
Benarkah Kau Penguasa?
Benarkah Kau Maha Rahman ?
Benarkah Kau Maha Rahim ?
Tuhan…
Jika ya…
Ikatkan rasa perih
Sirnakan cahaya hitam
Larungkan debu kelam
Disapu badai temaram
Dihempas ombak kejam.
® agar mereka tak dililit
kedengkian.
agar mereka tak kurus
menunggu sejumput
butiran dikais peluh.
agar mereka melepaskan
gelapnya kehidupan
kau tetap Pahlawan kami
hingga di ujung jalan
nanti.
Tuhan…
mereka mulai tak yakin
sepanjang malam menjerit
bukan karena kelaparan
melainkan keyakinan kami mulai goyah
Diterpa hembusan mesiu
Terbetik rasa ingin menjauh meninggalkan Kau.
Tapi ada sosok malaikat
Menuntun kami.
Memberi matahari sebagai
penerangan
Menjaring bulan sebagai
sandaran
Ciumi gunung sebagai
penganan.
® Nyatanya kau menjauh
semakin jauh
Rasanya kau menghilang
semakin menjulang
dari Perasaan
dari Pandangan
dari Kenyataan
aroma wewangian.
Akhirnya berlari kencang
Agar kami cepat pulang
dari kegelapan menerjang
Mohon ampun Tuhan
Dari keputus asaan
Dari kelelahan
Menimba kesenangan
di wajah kemurtadan.
Pergilah wahai hamba
Penunggu kedamaian rimba
Menuju rumah Tuhan Pemilik alam keindahan
Surgawi dalam penantian
Kami kehilangan.
Rasa cinta mulai guguran
di pertengahan ramadhan
tak ada kata dan pesan
Warnai langit kemerahan
dengan darah bercucuran
dan badan ini berlumuran
Do’a do’a kepergian
hingga lelah tak dirasakan
Menyatu ke bumi sepi kian.
“Astaghfirullahal adhiem
Wa atuubu ilaih minjami’il
Ma’ashi wad dzunub
Taubatan nashuha.”
” Allahumma innaa nas
alukal ‘afwa wal ‘aafiah
wa nas aluka tamamal
maghfirah.
” Allahumma
innaka ‘afuwwun
tuhibbul ‘afwa fa’fu
‘ annaa ya Kariim.”
@ cak haba-Hasan Basrie
Mansur Alcaff-penyair
Sufistik Banten Madura
Lahir di Prenduan Madura



























