KUPASUNG
ANGKARA MURKAMU DI
MEDIO RAMADHAN 47
oleh.cak Haba.*
Kupasung angkara murkamu di medio ramadhan,
bersama angin..
bersama ombak..
bersama karang..
bersama pasir
bersama liukmu..
mengendap-endap
ditumpukan mushaf Mu
yang semakin merindu pilu,
Tuhan mulai ragu memanggilmu diantara tumpukan tulang belulang
dibelakang rumahMu
hingga matahari hilang sendu
bulan datang menyeringai,
dihempas pelukan suci,
terdampar tegar dibibir sepi
Tuhan berteriak lantang,
memanggil langit tak
kunjung datang , memanggil bumi tak ada
jawaban riang,
memanggil langit pucat
pasi
bumi gemetar lunglai
dengar canda Tuhan dibalik
tirai awan berkejaran
menggantung rindu kebayang.
Tuhan…
melihat tingkah polah manusia lucu bak hewan,
Jembatan dibuat sarapan,
Tiang beton tuk makan
Malam ,
Pasir pantai di bol
doser penggan
jal perut buncit
bermata sipit ber
wajah lebar hidung belang,
Pesek berambut ekor kuda.
Malam-malam menenggak
bir cap topi miring,
membeli gadis belia buta makna dan pemahaman, pengetahuan, dan pengalaman kehidupan,
hampa pengetahuan, dengan harga miris dibawah harga beras se
gantang,
riang tertawa dite
mani alunan musik metal
memekakkan gendang telinga, bergetar tembok tetangga, matanya buta,te
linganya tersumbat uang haram, hatinya mati ditelan
Bumi.
Negeri ini terancam bubar,
Negeri ini lumpuh lunglai,
Negeri ini jadikan perisai
tak berdaya dengan dompet oligarki .
Kita menunggu Tangan Tuhan bergerak menampar
Ketidak Adilan
Keserakahan
Kesewenang wenangan.
Tuhan…
Mungkin di malam
nuzulul qur’an
ada cinta pinta kedamaian
Khairum min Alfi Syahrin
Semoga jadi kenyataan
Sebagai kado persahabatan
Antara insan mulia
Dan Rabb penguasa semesta
Semoga.
* H.Hasan Basrie Ms.Alc
* Penyair Sufistik Banten.
lahir di ujung timur pulau
Madura – Prenduan smnp
*. Alumni Perdana Al Amien
TMI Prenduan Madura ’77



























