MERINDU DI TELUK SUKMA (Ku kecup Putik Beningmu) cak haba-Penyair*

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:09 WIB

50132 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERINDU DI TELUK SUKMA
(Ku kecup Putik Beningmu)
cak haba-Penyair*

-1

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desir angin malam
menyapu rindu saat aku
ikut selami dalamnya
samudera bersama para
arwah bengatoah yang
s’lalu tumbuhkan rasa
kasmaran di tepi
senja

-2

Ombak tak bertepi sirnakan
kejaran derai air mata di
bibir pantai yang ku
bangun sebagai tempat
berteduh menunggu
panggilan-Nya .
walau kala itu air mata
Tuhan tumpah basahi
kamarku menyapa .

-3

Batu karang membisu saat
ratu pantai merayu untuk
berlayar ke dalam
samudera menikmati
lekuk- lekuk dzikirku di
sepanjang malam
menanti sapuan mesra
dibalik akar belukar
bakau meraup Sukma.

 

-4

Dzikir butir pasir mengalir di sela-sela jari jemari kala air pasang sentuhkan janji suci kala nabi Hidir sirami pikiran dan lautanku di subuh merdeka, hingga wajah pagi temani berdiriku menyembah Ilahi di sudut lembab kamar warisan Ko Mansur, keh Jawahir dan Keh Usman pendekar Pulau Madura .

-5

Daun pohon waru dan Siwalan bernyanyi lagu Qur’ani di mushalla Kiai Mukri dan Mbah Abdul Jalal, saat kereta pulang dari rantau bawa seonggok mutiara tuk anak cucu di Prenduan Madura.

-6

Angin barat datang menyapa pantai, bisikkan titah Ilahi pada sekuntum bunga mawar yang tumbuh di pagar rumah pemberian Mbah Mashodah dan Nyik Umay hingga beranak Pinak buka cakrawala mengangkasa dilagukan tarhim subuh santri Kiai Djauhari di pucuk bukit Payudan dengan iringan alunan dzikir melumut ,
“Ya Rabbibil Musthafa,
Balligh maqaashidana,
Waghfir lanaa mamadha,
Ya wasi’al Karami.”

 

* Hasan Basrie Mansur Alc.
Penyair Sufistik Banten
Lahir di Pesisir Prenduan
Sumenep Madura.
Santri perdana Al Amien
Prenduan Madura ’77

Berita Terkait

Air Mata Tuhan    Tumpah Semai Titah          Lailatul Qadar Cak Haba – Penyair Sufistik*
Air mata ,Tuhan   , Tumpah Semai, Titah    ,      Lailatul Qadar, Cak Haba – Penyair Sufistik
Air Mata Tuhan    Tumpah Semai Titah          Lailatul Qadar Cak Haba – Penyair Sufistik*
Air Mata Tuhan Tumpah Semai Titah laitul Qadar ( Cak Haba – Penyair Sufistik )
KADO BUAT AYAH DAN IBUKU ALMARHUM cak haba-penyair sufistik*
KUPASUNG ANGKARA MURKAMU DI MEDIO RAMADHAN 47 oleh.cak Haba.*
KUPASUNG ANGKARA MURKAMU DI MEDIO RAMADHAN 47 oleh.cak Haba.*
TIRAI DERAI LERAI SUNYI [Kado  tercinta buat Kekasih] cak haba-penyair.*

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:05 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ikuti Virtual Pelantikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:53 WIB

Bangun Pemimpin Tangguh, Pelindo Regional 1 Gelar Business Fundamental Session Batch I untuk GM

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:51 WIB

Sempat Kabur ke Riau, Pengedar Sabu yang Dibebaskan Paksa Warga di Medan Akhirnya Ditangkap

Berita Terbaru

ARTIKEL

Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:36 WIB