MERINDU DI TELUK SUKMA
(Ku kecup Putik Beningmu)
cak haba-Penyair*
-1
Desir angin malam
menyapu rindu saat aku
ikut selami dalamnya
samudera bersama para
arwah bengatoah yang
s’lalu tumbuhkan rasa
kasmaran di tepi
senja
-2
Ombak tak bertepi sirnakan
kejaran derai air mata di
bibir pantai yang ku
bangun sebagai tempat
berteduh menunggu
panggilan-Nya .
walau kala itu air mata
Tuhan tumpah basahi
kamarku menyapa .
-3
Batu karang membisu saat
ratu pantai merayu untuk
berlayar ke dalam
samudera menikmati
lekuk- lekuk dzikirku di
sepanjang malam
menanti sapuan mesra
dibalik akar belukar
bakau meraup Sukma.
-4
Dzikir butir pasir mengalir di sela-sela jari jemari kala air pasang sentuhkan janji suci kala nabi Hidir sirami pikiran dan lautanku di subuh merdeka, hingga wajah pagi temani berdiriku menyembah Ilahi di sudut lembab kamar warisan Ko Mansur, keh Jawahir dan Keh Usman pendekar Pulau Madura .
-5
Daun pohon waru dan Siwalan bernyanyi lagu Qur’ani di mushalla Kiai Mukri dan Mbah Abdul Jalal, saat kereta pulang dari rantau bawa seonggok mutiara tuk anak cucu di Prenduan Madura.
-6
Angin barat datang menyapa pantai, bisikkan titah Ilahi pada sekuntum bunga mawar yang tumbuh di pagar rumah pemberian Mbah Mashodah dan Nyik Umay hingga beranak Pinak buka cakrawala mengangkasa dilagukan tarhim subuh santri Kiai Djauhari di pucuk bukit Payudan dengan iringan alunan dzikir melumut ,
“Ya Rabbibil Musthafa,
Balligh maqaashidana,
Waghfir lanaa mamadha,
Ya wasi’al Karami.”
* Hasan Basrie Mansur Alc.
Penyair Sufistik Banten
Lahir di Pesisir Prenduan
Sumenep Madura.
Santri perdana Al Amien
Prenduan Madura ’77



























