MERINDU DI TELUK SUKMA (Ku kecup Putik Beningmu) cak haba-Penyair*

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:09 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERINDU DI TELUK SUKMA
(Ku kecup Putik Beningmu)
cak haba-Penyair*

-1

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desir angin malam
menyapu rindu saat aku
ikut selami dalamnya
samudera bersama para
arwah bengatoah yang
s’lalu tumbuhkan rasa
kasmaran di tepi
senja

-2

Ombak tak bertepi sirnakan
kejaran derai air mata di
bibir pantai yang ku
bangun sebagai tempat
berteduh menunggu
panggilan-Nya .
walau kala itu air mata
Tuhan tumpah basahi
kamarku menyapa .

-3

Batu karang membisu saat
ratu pantai merayu untuk
berlayar ke dalam
samudera menikmati
lekuk- lekuk dzikirku di
sepanjang malam
menanti sapuan mesra
dibalik akar belukar
bakau meraup Sukma.

 

-4

Dzikir butir pasir mengalir di sela-sela jari jemari kala air pasang sentuhkan janji suci kala nabi Hidir sirami pikiran dan lautanku di subuh merdeka, hingga wajah pagi temani berdiriku menyembah Ilahi di sudut lembab kamar warisan Ko Mansur, keh Jawahir dan Keh Usman pendekar Pulau Madura .

-5

Daun pohon waru dan Siwalan bernyanyi lagu Qur’ani di mushalla Kiai Mukri dan Mbah Abdul Jalal, saat kereta pulang dari rantau bawa seonggok mutiara tuk anak cucu di Prenduan Madura.

-6

Angin barat datang menyapa pantai, bisikkan titah Ilahi pada sekuntum bunga mawar yang tumbuh di pagar rumah pemberian Mbah Mashodah dan Nyik Umay hingga beranak Pinak buka cakrawala mengangkasa dilagukan tarhim subuh santri Kiai Djauhari di pucuk bukit Payudan dengan iringan alunan dzikir melumut ,
“Ya Rabbibil Musthafa,
Balligh maqaashidana,
Waghfir lanaa mamadha,
Ya wasi’al Karami.”

 

* Hasan Basrie Mansur Alc.
Penyair Sufistik Banten
Lahir di Pesisir Prenduan
Sumenep Madura.
Santri perdana Al Amien
Prenduan Madura ’77

Berita Terkait

Air Mata Tuhan    Tumpah Semai Titah          Lailatul Qadar Cak Haba – Penyair Sufistik*
Air mata ,Tuhan   , Tumpah Semai, Titah    ,      Lailatul Qadar, Cak Haba – Penyair Sufistik
Air Mata Tuhan    Tumpah Semai Titah          Lailatul Qadar Cak Haba – Penyair Sufistik*
Air Mata Tuhan Tumpah Semai Titah laitul Qadar ( Cak Haba – Penyair Sufistik )
KADO BUAT AYAH DAN IBUKU ALMARHUM cak haba-penyair sufistik*
KUPASUNG ANGKARA MURKAMU DI MEDIO RAMADHAN 47 oleh.cak Haba.*
KUPASUNG ANGKARA MURKAMU DI MEDIO RAMADHAN 47 oleh.cak Haba.*
TIRAI DERAI LERAI SUNYI [Kado  tercinta buat Kekasih] cak haba-penyair.*

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:46 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru