TLii|Aceh|Lhoksukon – Hunian sementara di kawasan pemukiman warga Gampong Blang kecamatan langkahan disorot,warga menilai vendor yang melakukan dugaan pekerjaan secara cuma-cuma hanya untuk mencari keuntungan diatas kesulitan warga.
Hal tersebut di sampaikan oleh geusyik Gampong Blang kecamatan langkahan hamdani menyatakan, pekerjaan rumah hunian sementara itu pihak vendor tidak meneliti ketika melakukan pekerjaan hingga buruknya pengecoran lantai dan atap dibeberapa tempat terlihat kebocoran (tidak sejajar) dan masyarakat menilai vendor mencari keuntungan
” Rumah hunian tersebut terlalu rendah pada dasarnya namun ketika hujan tiba dengan mudah air hujan masuk ke rumah Huntara, pada saat pengecoran lantai tidak diperhatikan keadaan dan kemusiman kemudian hari maka segala sesuatu dipastikan akan masuk ke rumah hunian sementara tersebut,
Lebih lanjut WC terpancang sejajar pintu belakang rumah hunian sementara tidak sepatutnya dicontohi, dengan kedekatan WC dengan rumah banyak menimbulkan masalah kedepan terutama kesehatan, keselamatan anak-anak dan binatang berbisa pada umumnya
” Musim hujan tidak ada yang tahu,jika penuh air dalam penampungan kotoran otomatis masyarakat yang merasakan keresahan, perlengkapan peralatan milik masyarakat dipastikan terkena imbasnya ,dan berharap perlengkapan rumah segera dipasok jika tidak masyarakat terpaksa harus mengambil langkah untuk tidak tinggal di rumah hunian sementara.
Keuchik ham Gampong Blang itu meminta seluruh geusyik dalam mengikuti rapat tertentu ia menuliskan pesan singkat dalam grup kesatuan Geusyik di Langkahan untuk meminta untuk keselamatan warganya yang terdampak
Pesan singkat tersebut adalah “semua geusyik dalam mengikuti rapat tentang hunian sementara dan yang sudah siap Huntara mohon keranjang (tempat tidur) jika tidak kesiapan tersebut maka musim hujan semua penghuni akan keluar disebabkan air hujan masuk ke dalam rumah warga”, pintanya.


































