Ratusan Warga Geruduk PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma hingga Izin Operasional

ZULKARNAINI

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 12:02 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii[]ACEH SINGKIL – Suara lantang massa menggema di depan gerbang PT Socfindo di Lae Butar, Aceh Singkil, Selasa pagi. Ratusan warga dari berbagai desa sekitar berkumpul, membawa spanduk dan poster berisi tuntutan terhadap perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Aksi ini menjadi puncak kekecewaan warga yang menilai kehadiran perusahaan selama puluhan tahun belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal. Warga menegaskan, mereka tidak datang untuk meminta belas kasihan, melainkan menuntut hak yang dinilai selama ini diabaikan.

“Kami berdiri di sini bukan untuk meminta, tapi untuk menuntut hak yang sudah seharusnya menjadi milik kami,” ujar Triatmaja saat berorasi di tengah massa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, warga menyuarakan empat tuntutan utama. Pertama, realisasi kebun plasma sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkebunan. Warga menilai kewajiban tersebut belum dijalankan secara nyata oleh perusahaan.

“Jangan biarkan rakyat hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri,” tegas Triatmaja.

Kedua, warga menuntut prioritas lapangan kerja bagi pemuda setempat. Mereka menyoroti masih tingginya angka pengangguran di sekitar Lae Butar, sementara perusahaan dinilai lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan transparansi dan realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Warga mempertanyakan sejauh mana kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan desa, layanan kesehatan, dan pendidikan.

“Jangan hanya sibuk mengeruk laba, tapi abai terhadap kesejahteraan sosial,” ujar salah satu aktivis mahasiswa dalam aksi tersebut.

Tuntutan keempat, yang dianggap paling krusial, adalah penghentian sementara operasional pabrik yang diduga belum mengantongi izin pembaruan. Massa menilai terdapat pelanggaran administratif dan mendesak perusahaan untuk mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Perwakilan warga sempat melakukan dialog dengan pihak manajemen perusahaan, namun hingga siang hari belum menghasilkan keputusan yang memuaskan.

“Kami tidak akan pulang sebelum keadilan ditegakkan,” kata salah satu koordinator aksi.

Dampak aksi ini cukup signifikan, dengan aktivitas di sekitar pabrik sempat terhenti. Perhatian publik kini tertuju pada polemik antara warga dan perusahaan. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk memediasi dan memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi sesuai aturan.

Warga juga mengingatkan, jika tuntutan tidak direspons, aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar berpotensi terjadi.

Aksi di gerbang PT Socfindo hari ini menjadi cerminan kegelisahan masyarakat yang merasa terpinggirkan di tengah geliat investasi. Seruan “Merdeka! Hidup rakyat!” menutup aksi, menegaskan tekad warga untuk terus memperjuangkan hak di tanah sendiri.

Berita Terkait

Wujud Kepedulian, Pemuda Lae Butar Salurkan Donasi Rp15,8 Juta untuk Korban Kebakaran
Peduli Sesama, Pemuda Desa Lae Butar Galang Donasi untuk Korban Kebakaran
Polres Nagan Raya Tegaskan Video Viral Harimau Terkam Warga di Tadu Raya Hoaks
Tanpa Anggaran, Muaythai Aceh Barat Tetap Melangkah ke Kejurda Banda Aceh
Cinta Kandas Setelah SK PPPK Turun, Video Istri di Aceh Singkil Viral di Media Sosial
ALA Menunggu Waktu: Konsolidasi KP3ALA Teguhkan Perjuangan Pemekaran di Era Presiden Prabowo
Kodam Iskandar Muda Buka Pendaftaran Calon Bintara dan Tamtama TNI AD TA 2025
Kodam Iskandar Muda Bangun Jembatan di Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil.

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 01:11 WIB

Temui Muallem dan Wagub, Ketua DPW PKS Aceh Tekankan Sinergi dan Akselerasi Pembangunan Pro-Rakyat

Rabu, 15 April 2026 - 23:34 WIB

Gebrakan Baru di Lhokseumawe: Islamic Relief dan Baitul Mal Bersatu Hapus Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 April 2026 - 22:21 WIB

PKS Aceh Kawal Revisi UUPA, Perjuangkan Dana Otsus 2,5%

Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB

Semarak Rakorda Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Aceh

Rabu, 15 April 2026 - 19:15 WIB

Pemko Langsa Imbau Jam Malam untuk Anak Sekolah Mulai Pukul 22.30 WIB

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

PT KAI Divre I Sumut Perkuat Konektivitas Antarkota, Angkut 179.605 Ton Barang

Rabu, 15 April 2026 - 15:33 WIB

Seorang Pria Meninggal Dunia Diduga Akibat Penganiayaan, Satreskrim Polres Toba Lakukan Autopsi

Rabu, 15 April 2026 - 15:19 WIB

Tinjau Proses Pembangunan , Kapolres Toba & Ketua Bhayangkari Pastikan SPPG 2 Polres Toba Jadi Harapan Baru Anak-Anak Borbor

Berita Terbaru